| Berita lainnya |
Sekitar 100 orang termasuk dua uskup agung, beberapa imam, suster, bruder dan awam menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Katolik Bangladesh (BCEB) dan Satuan Tugas Universitas Katolik di Bangladesh dalam Konferensi Uskup Bangladesh yang dipusatkan di Dhaka, 19 Agustus.
Uskup Koajutor dari Keuskupan Salib Suci Dhaka, Patrick D'Rozario, selaku ketua BCEB mengatakan bahwa pertemuan yang membahas pembukaan universitas Katolik merupakan impian yang sudah lama di Gereja Bangladesh.
"Ini merupakan suatu langkah revolusioner yang menandakan kematangan gereja lokal, membuka cakrawala baru bagi pelayanan gereja. Permintaan yang sudah lama ini datang dari masyarakat intelektual dan terdidik akan segera terwujud," katanya.
Anggota Satuan Tugas, Pastor Hemanta Rozario, mengatakan bahwa para imam pendidik, suster dan bruder dari jemaatnya sudah mendiskusikan isu ini sejak tahun lalu dan satuan tugas dibentuk untuk menilai kelayakan dan kemampuan bagi dibukanya sebuah universitas yang dikelola oleh gereja.
Kongregasi Salib Suci merupakan ordo keagamaan terbesar di Bangladesh. Ordo ini bergerak dalam bidang pendidikan dan menjalankan beberapa sekolah dan kolese terbaik di Bangladesh.
"Nama universitas yang diusulkan adalah Universitas Notre Dame dan akan dikelola oleh Salib Suci di bawah otoritas gereja setempat," kata Frater Rozario, wakil ketua Kolese Notre Dame di Dhaka. []
© UCA News
Masuk: 23 Ags 2011 (01:54 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi