| Berita lainnya |
Majalah berbahasa Melayu ini adalah salah satu majalah yang laris di kalangan Muslim Malaysia.
Pada 8 Juli, polisi melaporkan bahwa mereka menemukan cara dua orang Muslim mengikuti Eukaristi. Laporan itu mengatakan bahwa keduanya menerima Komuni Suci kemudian meludahkannya lalu mengambil gambar dengan kamera mereka. Setelah itu mereka mempublikasikannya di al-Islam.
Artikel itu menggambarkan begitu ditail bagaimana dua orang tersebut masuk ke gereja untuk menyelidiki rumor bahwa ada kaum muda Muslim yang ditawari uang untuk berpindah ke agama Kristen.
Kedua orang tersebut tidak menemukan apa yang mereka cari.
Joachim Xavier, seorang Katolik dari Penang, yang menyimpan arsip laporan polisi tersebut, mengatakan bahwa ia tidak keberatan apabila ada orang Muslim masuk ke dalam gereja. Namun, persoalannya menjadi lain jika tujuan kedatangan mereka adalah melakukan tindakan mata-mata.
Xavier dan rekannya, Sudhagaran Stanley, yang juga berasal dari Penang, mengatakan bahwa memata-matai aktivitas gereja dan datang ke gereja dengan niat busuk merupakan hal yang menodai kesakralan misa gereja.
Uskup Antony Selvanayagam dari Penang telah memperingatkan umatnya untuk tidak emosional menanggapi masalah tersebut. Meski demikian, Uskup Selvanayagam juga mengatakan bahwa umat Katolik tidak bisa berdiam diri. Karena itu, ia mendesak agar kementrian dalam negeri Malaysia segera menindaklanjuti kasus tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian mengatakan bahwa mereka tengah melakukan investigasi atas kasus tersebut. [UCAN]
Masuk: 15 Jul 2009 (12:42 UTC+07) | edit terakhir: 15 Jul 2009 (12:45 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi