| Berita lainnya |
Seruan itu disampaikan Patriarkh Kirrill dalam peringatan konversi Rusia ke Kekristenan pada tahun 988. Peringatan yang jatuh pada tanggal 28 Juli itu telah resmi menjadi hari raya nasional setelah disetujui oleh Presiden Rusia, Dmitry Medvedev.
Peringatan tersebut menandai resminya Kristen Ortodoks sebagai agama negara pada zaman Rus kuno di akhir abad ke-10. Saat itu, Vladimir Agung dibaptis dan kemudian seluruh keluarganya ikut menjadi Kristen.
Dijadikannya Kristen Ortodoks sebagai agama negara ditandai dengan perayaan keagamaan dan baptisan massal di sungai di sepanjang wilayah Rusia hingga ke Ukraina.
Berbicara di biara Pecherska Lavra di Kiev, Patriarkh Kirrill mengatakan, "Dalam menghadapi atheisme agresif dan kebangkitan paganisme, kita harus tetap teguh dalam iman kita kepada TUHAN."
Dalam sebuah wawancara, Patriarkh Kirrill mengatakan, "Penyangkalan terhadap hubungan historis pembaptisan Rus berarti mengabaikan pilar pendukung peradaban kita."
Perdana Menteri Vladimir Putin mengatakan bahwa konversi Rusia ke Kekristenan merupakan suatu peristiwa sejarah yang sangat penting.
Sementara, Presiden Medvedev mengumumkan libur resmi pada 1 Juni silam, mengabaikan adanya kritikan dari kelompok sayap kanan, yang menyerukan agar Rusia konsisten dengan undang-undang sekulernya.
Kritikan juga muncul dari kelompok Muslim yang populasinya mencapai sepertujuh masyarakat Rusia. Mereka memprotes karena tidak adanya hari libur yang berhubungan dengan Islam.
Perwakilan dari Serikat Kristen Iman Injili, Konstantin Bendas, juga berpandangan bahwa penetapan hari libur nasional tersebut telah memicu ketegangan antara Gereja Ortodoks dengan agama-agama lain.
Menurut Bendas, umat Kristen Protestan sendiri akan tetap merayakan hari besar mereka pada 31 Oktober, sebagai peringatan ketika Martin Luther memakukan 95 dalil atau tesis di gerbang gereja di Wittenberg, Jerman, pada 1517. Peristiwa itu menandai dimulainya gerakan Reformasi Gereja.
Meski demikian, pejabat resmi Gereja Ortodoks Rusia mengatakan bahwa Gereja Ortodoks Rusia tetap menghormati agama-agama lain. Namun, hari-hari raya mereka tidak perlu dijadikan hari libur nasional.
"Rusia adalah negara Ortodoks," kata Vsevolod Chaplin, kepala Patriarkhat Moskow urusan hubungan gereja dan masyarakat.
Lebih dari 60 persen penduduk Rusia merupakan penganut Kristen Ortodoks, sementara lebih dari 10 persen di antaranya beragama Islam. []
© Christian Today
Masuk: 31 Jul 2010 (01:35 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi