| Berita lainnya |
Prancis sendiri menganggap organisasi itu sebagai sebuah sekte dan sekte itu akan dilarang jika kalah dalam kasus tersebut. Kasus ini menjadi yang pertama kalinya di Prancis, di mana gereja maju sebagai terdakwa dalam kasus penipuan. Beberapa kasus sebelumnya ‘hanya' melibatkan scientology secara perorangan.
Kasus ini mengemuka setelah protes datang dari seorang perempuan yang melaporkan bahwa dia ditekan untuk mengeluarkan uang dengan jumlah yang besar, setelah sebelumnya ditawari tes kepribadian secara gratis. Menurutnya, dia didekati oleh anggota gereja Scientology di Paris dan ditawari tes kepribadian gratis.
Namun, perempuan itu justru memberikan semua tabungannya untuk buku, obat-obatan dan alat pengukur elektronik yang merupakan bagian dari perlengkapan Scientology. Kuasa hukumnya berargumentasi bahwa gereja secara sistematis mencari dana dengan cara melakukan tekanan mental. Yakni, dengan menggunakan istilah pengobatan secara sains yang meragukan.
Hal ini langsung ditepis pihak gereja scientology. "Kami akan menghadapi setiap tuntutan dan membuktikan kalau tidak ada manipulasi mental," kata pengacara gereja, Patrick Maisonneuve. Para scieontology akan dipanggil sebagai saksi dan diharapkan memberikan keterangan mendukung kalau sistem keyakinan mereka sama seperti yang lainnya.
Seperti diketahui, Scieontology didirikan di Amerika Serikat di tahun 1950-an oleh seorang penulis sains-fiksi L Ron Hubbard. Saat ini gereja Scientology berkembang cukup pesat. Bahkan sejumlah artis ternama dunia, merupakan penganut fanatik dari gereja ini. Di antaranya Madonna, John Travolta dan Tom Cruise. [kom]
Masuk: 26 Mei 2009 (19:50 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi