| Berita lainnya |
Hal ini menyebabkan Gereja Katolik tidak bisa menjalankan dialog antaragama sebagaimana yang diharapkan, kata Heribertus Soemardjono dari Keuskupan Padang, Sumatra Barat.
Heribertus menjadi salah satu dari 29 tokoh awam dari enam keuskupan di Sumatra yang menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik bekerjasama dengan Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan (HAK) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
"Tenaga imam yang menangani bidang ini rangkap jabatan dengan tugas-tugas lain," jelas Heribertus, sehingga perhatian mereka terbagi-bagi.
Selain itu, minimnya pengetahuan tentang ajaran Katolik menjadi salah satu faktor yang membuat awam enggan untuk terlibat dalam dialog, kata Agustinus Warso dari keuskupan Tanjungkarang.
"Bahkan beberapa orang Katolik tidak mau terlibat dalam kegiatan sosial," katanya.
Untuk meningkatkan kualitas umat Katolik, para tokoh awam sepakat untuk melakukan lokakarya, pelatihan, studi bersama tentang ajaran agama Katolik dan dokumen Gereja. Langkah ini untuk menyiapkan kader-kader di kalangan Gereja sendiri. [ucan]
Masuk: 24 Jun 2010 (10:12 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi