| Berita lainnya |
Sedikitnya enam bom meledak di luar sejumlah gereja di wilayah Baghdad, membunuh empat orang dan menimbulkan gelombang ketakutan di antara warga minoritas Kristen Irak.
Mereka yang tewas adalah jemaat Gereja Perawan Maria di Jalan Palestine, sebelah timur Baghdad. Mereka tewas ketika sebuah bom mobil meledak tatkala mereka baru saja menghadiri misa malam di gereja itu.
Selain membunuh empat orang jemaat, ledakan bom tersebut juga melukai enam belas orang lainnya.
Bishop Shlemon Warduni mengatakan bahwa serangan bom itu telah menimbulkan ketakutan di antara jemaat. Jemaat menjadi takut untuk menghadiri misa, bahkan kemungkinan dapat membuat mereka meninggalkan negara itu.
Seorang legislator Kristen, Younadam Kanna, mengatakan bahwa dijadikannya gereja-gereja sebagai sasaran serangan bom merupakan pesan bagi komunitas internasional, dan ini merupakan cara paling mudah yang dapat dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstrimis untuk menarik perhatian Amerika.
Sementara itu, pemimpin lembaga Amal Kristen, Abdullah Nufaili, memperkirakan bahwa jumlah populasi warga Kristen di Irak, yang semula mencapai 5 persen, kini tidak lebih dari 2 persen.
Meningkatnya sentimen anti-Kristen di negara itu, telah memaksa terjadinya gelombang eksodus besar-besaran warga Kristen Irak dari negara itu. []
Masuk: 13 Jul 2009 (17:54 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi