| Berita lainnya |
Baru-baru ini, seorang pendeta Gereja Baptis, Malchikovsky Konstantin, dituduh tidak membayar pajak dari hasil persembahan gereja dan penjualan buku-buku.
Pdt. Konstantin adalah pendeta di Gereja Baptis Distrik Hamza yang terletak di ibu kota Uzbek, Tashkent. Kasusnya telah diajukan pada 15 Juli silam dan sidang atas kasus tersebut telah dimulai pada 27 Juli.
Menurut laporan SGA, kasus ini berawal dari tindakan pemerintah dalam menggerebek gereja. Mereka menyita uang gereja dan puluhan ribu buku-buku Kristen serta peralatan cetak.
Pada waktu itu, Pdt. Konstantin dan tiga anggota gereja lainnya dikenai denda antara 50 dan 100 kali upah minimun bulanan. Dalam surat dakwaan disebutkan bahwa Pdt. Konstantin dapat dikenai hukuman penjara hingga dua tahun jika terbukti bersalah.
Menurut SGA, sejumlah peristiwa meresahkan lainnya terhadap gereja juga dilakukan oleh otoritas Uzbekistan, termasuk pembubaran perkemahan anak-anak Gereja Baptis, yang diikuti dengan pencopotan jabatan para pemimpin Baptist Union pada 2009 lalu. Gereja Baptis mengatakan bahwa tuduhan-tuduhan yang dijatuhkan kepada mereka adalah tuduhan-tuduhan palsu.
Presiden SGA, Bob Provost, mengatakan bahwa pihaknya telah meminta anggota kongres lokal untuk memperhatikan situasi ini. Mereka juga telah meminta dukungan Advokat Internasional untuk ikut menyelidiki kasus ini.
"Sejauh ini, pemerintah Uzbek telah mengabaikan seruan dan kritik dari negara-negara Barat dan kelompok-kelompok HAM, serta melanjutkan kekerasan mereka." []
© ANS
Masuk: 08 Ags 2011 (02:50 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi