| Berita lainnya |
Di dalam petisi online tersebut, masyarakat diminta untuk memberikan dukungan bagi diundang-undangkannya hukuman mati bagi pelaku pembunuhan terhadap anak-anak dan petugas polisi.
Kemungkinan, anggota parlemen akan membahas masalah tersebut jika petisi online mendapatkan setidaknya 100.000 tanda tangan.
Ada sekitar 40 petisi online yang membahas isu hukuman mati di Inggris. Namun, dari antara petisi-petisi online tersebut, petisi online yang paling banyak ditandatangani adalah petisi online yang menolak diterapkannya kembali hukuman mati.
Dua gereja yang paling keras menolak pemberlakuan kembali hukuman mati di Inggris adalah Baptist Union of Great Britain (BUGB) dan Gereja Methodist.
BUGB sendiri tidak pernah menentukan posisi resminya tentang hukuman mati, akan tetapi, Sekretaris Umum BUGB, Pdt. Jonathan Edwards, mengatakan bahwa anggota-anggota BUGB haruslah "sangat berhati-hati" dalam menyetujui setiap perubahan mengenai hukum tersebut. Menurutnya, banyak jemaat Baptis akan "sungguh-sungguh menentang" langkah tersebut.
"Hukuman mati gagal memperhitungkan kelemahan dari sistem peradilan dan kemungkinan pernah keliru dalam penegakan keadilan," katanya.
"Lebih jauh, hukuman mati tidak memungkinkan adanya pertobatan dan reformasi," tambah Pdt. Edwards. "Musa adalah seorang pembunuh dan Raja Daud dinyatakan bersalah atas konspirasi pembunuhan, tetapi TUHAN bisa menggunakan mereka berdua untuk memimpin umat-NYA."
"Saya percaya bahwa akan menjadi hari yang menyedihkan jika kita mengembalikan hukuman mati di negara ini."
Sementara itu, Steve Hucklesby, Penasihat Kebijakan Gereja Methodist, mengatakan bahwa mengembalikan hukuman mati merupakan langkah ke arah yang keliru bagi Inggris.
"Pada 1950-an, Gereja Methodist menyerukan penghapusan hukuman mati, dan sejak itu, terus menentang upaya mengembalikannya," katanya.
"Majelis Umum PBB telah menyerukan moratorium global bagi penggunaan hukuman mati. Tidak dapat dibayangkan ketika negara-negara bergerak ke arah penghapusan hukuman mati, kemudian Inggris berharap bergerak ke arah yang berlawanan." []
© ANS
Masuk: 08 Ags 2011 (02:34 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi