| Berita lainnya |
Larangan yang disampaikan secara lisan oleh Kasat Intelkam Komisaris Jaka Wibawa sebelumnya telah dianulir secara lisan pula oleh Wakapoltabes Ajun Komisaris Besar A. Marhaendra, Senin (31/8), saat menerima belasan anggota delegasi organisasi kemasyarakatan dan wakil GKJ Manahan di kantornya.
Mulai Selasa (1/9) GKJ Manahan akan kembali menyediakan menu murah untuk masyarakat tak mampu, kali ini lokasinya tidak lagi di kompleks gereja namun di sepanjang trotoar jalan depan gereja GKJ Manahan.
Pihak kepolisian mengaku melakukan pelarangan tersebut berdasarkan sepucuk surat keberatan dari MUI dalam rangka menjaga ketentraman guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Mahendra juga menjelaskan larangan tersebut sebagai sebuah miskomunikasi saja. Ditegaskannya bahwa pada dasarnya program nasi murah tetap dapat diadakan, hanya pelaksanaannya sebaiknya di luar kompleks gereja atau di tempat umum.
Dalam pertemuan di kantor Wakapoltabes Ajun Komisaris Besar A. Marhaendra tersebut turut hadir Ketua Forum Perdamaian Lintas Agama H Al Munawar, yang turut memberikan kesaksian bahwa dirinya juga pernah diundang GKJ untuk memberikan ceramah di hadapan para tukang becak yang sedang menikmati buka puasa di gedung serbaguna GKJ.
“Pengunjung tidak dimasukkan ke dalam gereja, namun di gedung serbaguna. Yang saya beri tausiyah juga umat muslim. Jika dalam program itu sampai ada siraman rohani dari pihak nonmuslim, saya juga tidak mau,” tukas Munawar.
Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani menambahkan bahwa bukan hanya Al Munawar yang pernah diundang berceramah di tempat itu.
“Hampir tiap tahun kami menghadirkan ulama-ulama muslim untuk memberikan ceramah agama. Itulah esensinya, bahwa kegiatan ini dalam rangka menjalin kerukunan antarumat beragama,” ujar Retno.
Menariknya lagi, menu buka puasa murah tersebut bukan hanya diurus oleh pihak pengurus atau jemaat gereja itu saja tetapi juga melibatkan berbagai pihak lintas agama.
“Biar lebih menyenangkan, menunjukkan kepada masyakarat bahwa perbedaan keyakinan tak boleh merusak persaudaraan sesama manusia,” ungkapnya. [KP]
Masuk: 01 Sep 2009 (16:53 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi