| Berita lainnya |
Alasan penghentian kegiatan sosial tersebut adalah demi menjaga kondusivitas di dalam masyarakat. Polisi menyatakan banyak menerima masukan bernada keberatan dari sejumlah elemen masyarakat.
Hasil pertemuan antara pengurus GKJ Manahan dengan Kasat Intelkam Poltabes Surakarta, Jumat (28/8/2009), adalah menghentikan program yang telah berjalan selama 13 tahun setiap bulan Ramadan tersebut. Pihak gereja diwakili Pendeta Ratna Ratih, J Soeprapto (mantan Wakil Walikota Surakarta) dan Tumiriyanto (aktivis LSM di Solo).
"Kemarin pihak Poltabes Surakarta sudah datang menemui kami meminta program itu dihentikan. Alasannya pihak kepolisian menerima banyak masukan dan desakan dari sejumlah kalangan yang menyatakan ketidaksetujuan terhadap acara yang telah kami lakukan selama 13 tahun terakhir tersebut," ujar Pendeta Ratih.
Tidak jelas pihak mana yang menentang serta alasan apa yang mereka gunakan, yang pasti program buka puasa murah itu sudah tidak bisa dilanjutkan lagi.
Program buka puasa murah yang diadakan GKJ Manahan setiap bulan Ramadhan itu berupa penyediaan menu buka puasa seharga lima ratus rupiah kepada kaum miskin di sekitar gereja.
Program ini diadakan murni sebagai wujud kepedulian sosial gereja terhadap kaum miskin, bahkan gereja menghadirkan ulama Muslim untuk memberikan siraman rohani dalam kegiatan amal tersebut, sehingga sangatlah tidak beralasan jika kegiatan ini dituding sebagai bentuk kristenisasi.
"Kami sudah melakukan pembicaraan dengan pihak kepolisian dalam hal ini diwakili Kasat Intelkam Poltabes Solo. Hasilnya, mereka meminta agar kegiatan ini dihentikan," jelas Pendeta Ratih.
Pendeta Ratih juga mengatakan bahwa polisi yang melarang kegiatan tersebut tidak bisa diajak untuk berdialog. Bahkan, ketika gereja meminta agar polisi mengeluarkan surat larangan resmi sebagai pegangan dan dasar penghentian kegiatan itu, permintaan itu pun ditolak oleh pihak kepolisian.
Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir bagi GKJ Manahan untuk bisa berbagi bersama warga miskin di sekitar gereja. Polisi masih mengizinkan pihak gereja untuk menjual paket buka puasa murah pada bulan Ramadhan ini dengan alasan bahwa paket sudah terlanjur disediakan gereja.
Kesempatan ini juga akan dimanfaatkan oleh panitia untuk menjelaskan bahwa paket buka puasa murah tahun ini adalah paket terakhir.
"Ini merupakan perjamuan terakhir. Tetapi kami akan tetap membantu masyarakat tidak mampu, meski dalam bentuk lain. Ini sebagai ungkapan rasa kerukunan beragama dan santunan bagi mereka," kata Pendeta Ratih. [BP/MI]
Masuk: 29 Ags 2009 (17:54 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi