| Berita lainnya |
Taseer juga sangat kuat mendukung pembebasan Asia Bibi, seorang ibu Kristen yang dijatuhi hukuman mati lantaran dituduh menghina Islam dan Nabi Muhammad.
Menurut Christian Post, Taseer ditembak mati Selasa (4/1), oleh salah seorang pengawalnya.
Taseer termasuk tokoh moderat yang memiliki hubungan dengan Presiden Asif Ali Zardari. Taseer bahkan dianggap sebagai figur politik yang memiliki dedikasi tinggi di Pakistan.
Sewaktu ditembak mati, Taseer sedang berjalan menuju mobilnya usai menikmati makan sore di Kohsar Market, sebuah pusat perbelanjaan di Islamabad. Menurut dokter Dhaukat Kayani, Taseer ditembak di bagian belakangnya, sebagaimana dilaporkan Associated Press.
Diduga pelaku penembakan adalah seorang komandan pasukan elit kepolisian Pakistan. Usai melakukan penembakan, ia langsung dijatuhkan ke tanah oleh pengawal-pengawal yang lain.
Pihak intelijen Pakistan mengatakan bahwa upaya pembunuhan ini sudah direncanakan oleh sang komandan. Polisi sendiri masih terus menyelidiki bagaimana bisa ia masuk dalam kelompok pengawal Taseer.
Insiden ini menuai kecaman dari banyak pihak, salah satunya datang dari Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton yang mengutuk pembunuhan itu dan menyebut kematiannya sebagai kerugian besar.
"Saya memiliki kesempatan untuk bertemu Gubernur Taseer di Pakistan dan saya mengagumi karyanya untuk mempromosikan toleransi dan pendidikan generasi masa depan Pakistan," katanya.
Dia juga menambahkan bahwa AS berkomitmen untuk membantu pemerintah dan rakyat Pakistan menuju perdamaian dan stabilitas ke negara itu.
Tak heran jika banyak kalangan, menilai, pembunuhan Salman Taseer merupakan pukulan besar untuk semua orang yang yang menginginkan Pakistan menuju progresif yang gemilang. Kematian Taseer telah mengejutkan negara pada saat Pakistan menghadapi krisis politik. []
© Berbagai Sumber
Masuk: 06 Jan 2011 (21:56 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi