| Berita lainnya |
Ormas lintas agama yang dimaksud seperti Pemuda Muhammadiyah, GP Anshor, Perkumpulan Hindu Indonesia dan lain sebagainya. Bahkan, secara khusus, Fauzi juga meminta Majelis Dzikir agar melakukan koordinasi saat melakukan kegiatan sehingga tidak saling mengganggu satu dengan lainnya.
“Ormas lintas agama harus membantu pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru. Karena itu, penyelenggara ibadah harus berkoordinasi dengan pengurus ormas lintas agama,” ujar Fauzi, usai mengikuti rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) DKI Jakarta di Balaikota, Rabu (21/12).
Diungkapkan Fauzi, pada malam Natal, Sabtu (24/12), Forkominda akan berkeliling memantau pengamanan Natal di gereja-gereja yang ada di ibukota. Gereja Katedral dan GPIB Immanuel rencananya juga akan dikunjungi Forkominda.
Sedangkan untuk puncak acara pergantian tahun, Fauzi akan berada bersama warga di Ancol dan menghadiri acara yang digelar di sepanjang Kali Ciliwung. “Kita adakan kegiatan di sepanjang Kali Ciliwung. Hal ini dilakukan agar warga tidak sibuk keluar wilayahnya saat malam pergantian tahun. Jadi kita gelar pesta rakyat di sana. Karena itu kami akan bersihkan sampah-sampah yang ada di kali tersebut,” katanya.
Untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru, Pemprov DKI Jakarta bersama Forkominda mengerahkan sebanyak 5.899 personil gabungan yang terdiri dari TNI/Polri dan Satpol PP. Pengamanan akan berlangsung mulai 23 Desember hingga 1 Januari 2012. Ada sebanyak 45 gereja di ibukota yang akan menjadi fokus pengamanan.
Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Pol Agung Budi mengatakan dalam pengamanan yang dilakukan, pihaknya menggelar Operasi Lilin yang akan mengerahkan sebanyak 5.899 personil.
Polda Metro Jaya juga menyiapkan sebanyak 98 pos pengamanan di titik-titik yang dianggap rawan. "Tidak menutup kemungkinan kami juga akan menambah lagi jumlah personil. Ini untuk mengantisipasi tindakan terorisme yang dapat mengganggu jalannya indah Natal," katanya. []
Masuk: 22 Des 2011 (23:42 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi