| Berita lainnya |
Penghargaan ini pernah diberikan kepada bapak leluhur Eropa Konrad Adenauer, Ratu Beatrix dari Belanda, penengah Uni Eropa Javier Solana, Sri Paus Johannes Paulus II dan tahun lalu kanselir Jerman Angela Merkel.
Sekarang nama Andrea Riccardi yang kurang dikenal ini, bisa dicantumkan dalam daftar itu berkat "upaya luar biasanya untuk meningkatkan solidaritas dan kemanusiaan di dalam Eropa dan di luar Eropa (...) dan meningkatkan perdamaian dan keadilan dunia. Ia merupakan pengejawantahan nilai-nilai Eropa," tandas komisi yang memilihnya.
Amalan remaja
Guru besar sejarah Riccardi yang berusia 58 tahun ini sudah sejak di sekolah menengah pada 1968 mendirikan organisasi amal yang mengurus penampungan orang miskin di kawasan luar kota Roma.
Kemudian Riccardi memusatkan perhatian kepada para gelandangan, migran, orang Gipsi, dan orang-orang yang nasibnya malang. Sejak 1973 Comunità di Sant'Egidio, Komunitas Sint Aegidius, berdomisili di sebuah bekas asrama biarawati di Piazza Sant'Egidio. Dapur di sana sampai sekarang masih menjadi tempat penampungan para gelandangan Roma.
Katolik sejati
Pada tahun 80-an komunitas ini makin giat, terutama berkat dukungan Paus Johannes Paulus II, yang menjadi teman akrab Riccardi dan yang memberi izin kepausan kepada organisasi tersebut. Sementara itu, jumlah pengikut Sant'Egidio sekitar 50.000 orang di 70 negara.
Tujuan awalnya adalah berdoa, amal dan menyebarkan evangeli. Tapi sekarang kegiatannya melebar ke oikumeni dan perdamaian dunia. Meski katolik sejati, namun organisasi ini bersifat terbuka terhadap kelompok lain. Ini berbeda dengan Comunione e Liberazione, sebuah organisasi komuninas besar Katolik Italia yang lain.
Pada 1987 Sant'Egidio menyelenggarakan mars perdamaian pertama bersama para pemimpin agama-agama besar dunia, termasuk Paus. Kegiatan ini sudah menjadi manifestasi tahunan, yang tahun-tahun belakangan kurang aktif, karena Paus sekarang tidak mau tahu menahu.
Diplomasi informal
Di bawah panji Sant'Egidio berbagai projek pembangunan diselenggarakan di Afrika dan Amerika Latin seperti program Dream untuk pengobatan gratis bagi 70.000 pasien Aids. Pemberian hadiah Karel ini, dapat dikatakan sebagai kritik pedas Riccardi terhadap berkurangnya bantuan pembangunan Eropa kepada Afrika.
Sant'Egidio juga bertindak sebagai penengah bagi berbagai perang saudara. Keberhasilan utama 'diplomasi informal' yang dilakukan mereka adalah perdamaian antara pihak-pihak yang berseteru di Mozambik. Perjanjian perdamaian akhirnya ditandatangani di Roma pada 1992 setelah serangkaian perundingan selama 2 tahun.
Setelah itu komunitas ini sering diminta untuk menjadi penengah. Pada 1996 perang saudara di Guatemala berakhir, sementara upaya perdamaian di Aljazair dan Kosovo tidak berhasil. Tapi berkat upaya Sant'Egidio pemimpin Albania yang tertangkap pada saat pemboman tahun 1999 akhirnya dibebaskan.
Bergengsi tapi tidak demokratis
Pada 2000 komunitas mengawali kampanye internasional menentang hukuman mati, yang diberlakukan Italia. Pada Desember 2007 PBB akhirnya mengimbau moratorium bagi hukuman mati.
Di Italia, gengsi komunitas ini dan pendirinya sangat tinggi. Walaupun demikian, secara diam-diam ada juga kritik pada bentuk organisasi Sant'Egidio ini, yaitu, sebagaimana halnya gereja Katolik, tidak ada suasana demokrasi. Kini, Andrea Riccardi memang sudah bukan ketuanya lagi. Tapi kekuasaan di dalam organisasi masih sepenuhnya terpusat di tangan Riccardi, dan sekelompok kecil orang orang kepercayaannya. [rnw]
Masuk: 27 Mei 2009 (16:02 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi