• Situs ini telah dibuka sebanyak 3.652.386 kali
• OS Anda: Tidak Dikenal
• Browser Anda: Tidak Dikenal
• IP Anda: 38.107.179.222
• Ini adalah kunjungan Anda ke 467
• Unique visitors:
lebih
ditail
Perisai.net - SEJAK pagi beberapa laki-laki berjubah, berpeci serta memakai sorban mengumandangkan takbir dan menyebut nama Allah dengan pengeras suara yang dipasang di sebuah halaman rumah penduduk. Minggu, 1 Agustus 2010, bukan karena ada acara pengajian tetapi mereka menunggu jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah, Bekasi Timur, Jawa Barat. Mereka menunggu bukan unutk bersilaturahmi tetapi untuk membubarkan ibadah mingguan umat kristen tersebut. Sejak pukul 08.00, satu persatu umat yang terdiri dari kaum perempuan dan anak-anak tersebut mendatangi tempat mereka ibadah yaitu sebidang tanah yang sudah menjadi milik HKBP di Ciketing, RT 03/RW 06, Pondok Indah Timur, Bekasi Timur, Jawa Barat.
Tanpa ragu pendeta Luspida Simanjuntak, STh datang tersenyum dan menyalami satu persatu teman-teman media yang hadir. Perempuan berambut pendek tersebut adalah pendeta yang memimpin jemaat HKBP tiap minggunya. Tak ada keraguan dimata perempuan itu, dengan yakin ia melangkah memasuki lapangan kecil tersebut dan bertemu dengan jemaatnya.
Bahkan langkahnya tak surut ketika tiga orang dari ormas tersebut mengahadangnya dan meminta kartu tanda penduduk (KTP). Alasan mereka "kamu bukan orang Ciketing, kamu orang Batak". Pendeta Luspida menunjukkan KTP beralamat Ciketing dan menyampaikan bahwa ia dilahirkan disana. Namun mereka balik menyerang "kamu berbahasa batak, bukan betawi".
Suasana menjadi kian panas ketika puluhan jemaat mulai berdatangan, ormas Islam tersebut mulai mengumpat dengan kata-kata kebun binatang disela-sela takbir yang mereka kumandangkan. Mereka menuntut ibadah hari ini tidak diadakan alasannya masyarakat tidak setuju umat HKBP mendirikan tempat ibadah. Seruan ormas-ormas tersebut tidak menyurutkan semangat umat untuk beribadah. Alasan pendeta Luspida, ini adalah hak kami untuk beribadah dengan cara kami, persoalan rumah ibadah itu fisik atau bangunan yang tak ada kaitannya dengan hak kami beribadah.
Ormas tersebut makin brutal ketika aparat mencoba menghalangi mereka unutk mendekati jemaat HKBP. Kalau saya memperhatikan jumlah ormas tersebut tak lebih dari 300 orang, semnetara aparat yang terdiri dari Brimob, satpol PP dan polisi lebih dari 500 personil. Jadi dengan kekuatan tersebut seharusnya mereka mampu menahan ormas tersebut unutk tidak melakukan anarkisme.
Tetapi yang sangat disayangkan dalam kejadian tersebut, ormas mampu menembus barikade polisi dan bahkan meminjam toa untuk menghalau jemaat HKBP. Saya sempat beberapa kali meminta aparat untuk menghadang massa yang beringas dan menyerang jemaat. Tetapi terbukti massa bisa merangsek maju dan mendorong perempuan serta anak-anak dari tempat mereka berdoa. Bahkan salah seorang umat sempat terinjak saat terjadi dorong-dorongan tersebut.
Jemaat HKBP tak menunjukkan perlawanan, meskipun ibadah mereka berlangsung dalam suasana kacau dan sangat tidak nyaman. Mereka tetap berdoa dalam tekanan dan intimidasi dari ormas Islam yang hadir pada saat itu.
Persolan kekerasan jemaat HKBP mulai 18 Juli 2010 dan tanggal 25 Juli 2010, ratusan massa FPI Bantar Gebang melakukan Penyerbuan / Penyerangan terhadap Jemaat Gereja HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi pada saat melakukan ibadah minggu di tempat ibadah Jemaat Gereja HKBP Pondok Timur Indah. Tujuan kedangan massa FPI tersebut adalah untuk menghentikan dengan paksa kegiatan ibadah minggu Jemaat Gereja HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi.
Akibat penyerangan/ penyerbuan ini, Jemaat Gereja HKBP Pondok Timur Indah tidak bisa melakukan ibadah / kebaktian minggu sebagaimana bisanya, hanya dilaksanakan secara singkat karena adanya tekanan dan ancaman dari massa untuk menghentikan ibadah / kebaktian. Jemaat melakukan ibadah dalam situasi ketakutan atas tekanan, ancaman, dan intimidasi massa FPI tersebut.
Persoalan pelarangan tersebut menurut kuasa hukum HKBP, Judianto Simanjuntak berawal dari penyegelan rumah ibadah pada tanggal 1 Maret 2010, dengan alasan bukan rumah ibadah tetapi dipakai untuk ibadah. Sebanarnya jemaat HKBP telah lama mengurus perijinan tersebut tetapi sampai saat ini tidak pernah turun ijinnya. Bahkan mereka telah memenuhi syarat untuk mendirikan rumah ibadah adalah minimal 90 tanda tangan masyarakat, bahkan lebih dari itu.
Menanggapi konfilk tersebut jemaat diundang oleh walikota untuk mengadakan dialog, pada tanggal 9 juli 2010 kemudian munculnya kesepakatan unutk memindahkan tempat ibadah di tanah milik HKBP di Ciketing. Tapi persoalan ternyata tidak selesai sampai disana, pada ibadah tanggal 11 juli mereka mendapat penolak dari sejumlah ormas Islam yang menolak daerah mereka didirikan rumah ibadah.
Persoalan menjadi makin panas karena kemudian muncul surat dari Walikota yang muncul pada tanggal 28 Juli untuk memindahkan kegiatan ibadah di gedung serba guna yang beralamat dijalan Charil Anwar kota Bekasi. Letak tempat tersebut sangat jauh dari tempat tinggal jemaat dan belum ada kesepakatan dengan jemaat. Untuk itulah mereka tetap bertahan pada hasil pertemuan pertama dnegan walikota untuk beribadah ditanah milik HKBP di Ciketing.
Betapa sulitnya untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan untuk menjalankan ibadah di tanah air ini. Undang-Undang yang memberikan jaminan beribadah ternyata tak dijalankan dengan baik diberbagai wilayah. Terbukti dengan tidak munculnya ijin dari pemerintah setempat untuk mendirikan rumah ibadah. Ibadah adalah hak mendasar dari tiap warga negara yang tidak dapat dikurangi dalam situasi apapun. Namun buktinya di Bekasi, umat dipersulit untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya.
Bahkan jaminan bahwa negara memfasilitasi kegiatan peribadatan tak juga terwujud. Jangankan memfasilitasi, untuk mengijinkan saja ternyata tak mudah. Negara ini dibangun bukan dari sebuah kelompok tertentu, sumbangsih tiap agama juga ada disana. Kalau saat ini suara orang banyak dianggap yang harus diutamakan, lalu mengabaikan hak yang lain itu bukanlah cita-cita dari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pada tingkat internasional, kebebasan berkeyakinan dijamin di dalam Pasal 2 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM): "Setiap orang berhak atas semua hak...tanpa perkecualian apapun, seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama/keyakinan, politik atau pendapat yang berlainan...." Demikian pula Pasal 18 DUHAM yang menyebutkan "Setiap orang memiliki hak atas kebebasan berpikir, berhati nurani dan beragama; hak ini termasuk kebebasan berganti agama atau keyakinan..."
Jaminan tersebut ternyata tak dijalankan dengan baik oleh pemerintah ini. Negara yang membiarkan konflik ini terus berlanjut diberbagai daerah adalah bom waktu yang bisa meledak dimana-mana. Kita tidak menginginkan kekerasan atas nama agama menjadi raja di bumi pertiwi ini. Selayaknya pemerintah segera membenahi kekacaun yang terjadi berkaitan dengan kebebasan beragama, karena ini adalah sumber kedamaian yang dibutuhkan setiap manusia untuk dapat berkomunikasi dengan sang pencipta. "Kami akan tetap beribadah sampai kapanpun" pungkas pendeta Luspida Simanjuntak. []
Dwi.P.Sparringa, jakarta | 22 Sep 2010 (11:19 UTC+07)
Saya berharap saudara-saudara terkasih jika anda ingin memberikan statement mengenai Islam -kristen pelajari dahulu sejarahnya, jika kalian tidak mengetahui sejarah jangan asal komentar, karena pada jaman Belanda maupun Portugis di ambon diciptakan suasana keagamaan yang harmonis antara Islam dan kristen, mereka hidup berdampingan dengan damai, sehingga timbullah yangdinamakan Bhineka tungal ika, ambon terjadi huru-hara karena terjadi provokasi dari kaum muslim sehingga terjadi bentrokan berdarah bukan dari kaum kristen,begitu juga kasus poso, yang perlu diperhatikan bukan sipa yang memulai tapi cobalah bersikap bijak, dan penuhilah hatimu dengan kasih sehingga damailah dunia ini mas Iqbal.salam
MjAyLjcwLjUxLjE0NA==
MjAyLjcwLjUxLjE0NA==
Dwi P.sparringa, Jakarta | 22 Sep 2010 (11:15 UTC+07)
Saya berharap saudara-saudara terkasih jika anda ingin memberikan statement mengenai Islam -kristen pelajari dahulu sejarahnya, jika kalian tidak mengetahui sejarah jangan asal komentar, karena pada jaman Belanda maupun Portugis di ambon diciptakan suasana keagamaan yang harmonis antara Islam dan kristen, mereka hidup berdampingan dengan damai, sehingga timbullah yangdinamakan Bhineka tungal ika, ambon terjadi huru-hara karena terjadi provokasi dari kaum muslim sehingga terjadi bentrokan berdarah bukan dari kaum kristen,begitu juga kasus poso, yang perlu diperhatikan bukan sipa yang memulai tapi cobalah bersikap bijak, dan penuhilah hatimu dengan kasih sehingga damailah dunia ini mas Iqbal.salam
MjAyLjcwLjUxLjE0NA==
Dwi P.sparringa, Jakarta | 22 Sep 2010 (11:09 UTC+07)
Saya berharap saudara-saudara terkasih jika anda ingin memberikan statement mengenai Islam -kristen pelajari dahulu sejarahnya, jika kalian tidak mengetahui sejarah jangan asal komentar, karena pada jaman Belanda maupun Portugis di ambon diciptakan suasana keagamaan yang harmonis antara Islam dan kristen, mereka hidup berdampingan dengan damai, sehingga timbullah yangdinamakan Bhineka tungal ika, ambon terjadi huru-hara karena terjadi provokasi dari kaum muslim sehingga terjadi bentrokan berdarah bukan dari kaum kristen,begitu juga kasus poso, yang perlu diperhatikan bukan sipa yang memulai tapi cobalah bersikap bijak, dan penuhilah hatimu dengan kasih sehingga damailah dunia ini mas Iqbal.salam
MjAyLjcwLjUxLjE0NA==
Kairos Doulos, Indonesia Tercinta | 20 Sep 2010 (11:30 UTC+07)
Bangsa Arab ga akan pernah peduli bila kita tertimpa musibah or apapun itu, mereka hanya peduli bila minyak mereka terjual dan jadi prioritas bangsa kita..., hahahahahaha...., TKI dan TKW di Arab aja lebih menderita dibandingkan bila mereka ke Asia, nafsu2 orang arab itu lebih besar dibandingkan dgn Asia, bahkan mereka termasuk salah satu suku bangsa dalam sejarah yang pernah membunuh nabi2 mereka.
MTI1LjE2MC40My40MQ==
naga sakti, medan | 19 Sep 2010 (14:45 UTC+07)
Pesawat tanpa awak buatan Israel tetap aj dibeli Iran yang aktanya musuh Iran, itu kata indonesia, yang suka mengait2kan bangsa arab dengan mereka. padahal mereka jg gak peduli....wkwkwkk
MjAyLjEyNS44OS4xMA==
naga sakti, medan | 19 Sep 2010 (14:32 UTC+07)
@iqbal: anda jg jangn terlalu picik mengatakan bahwa seolah-olah perjuangan mengusir penjajah adalah buah kerja orang2 muslim, itu sangat menghina. padahal berapa banyak orang Kristen menjadi pahlkawan nasioanl ini membuktikan jaman dulu tidak ada unsur agama dalam perang semua kita bersatu, bertekad mengusir penjajah. jangan berpikiran anak2 bung. masalah Kristenisasi itu belum tentu ada kebenarannya, tapi setiap agama jg punya rencana tersebut walaupun tidak terbuka.
MjAyLjEyNS44OS4xMA==
Kairos Doulos, Indonesia Tercinta | 18 Sep 2010 (01:42 UTC+07)
Kenapa mudahnya orang2 islam membuat Masjid di negara Barat, bahkan ada yg membeli menyewa gereja untuk digunakan sebagai masjid, tp org2 disana OK2..ajah..., ga perlu tanda tangan kayak orang indonesia yg doyan tanda tangan, di manado masjid bisa dihitung dengan jari, tp tau gak sapa yg kerjain n biayain tuh pendirian mesjid, ga cuma orang islam, tp orang2 kristen juga..., n ga ada kristenisasi disana..., nah...klo di papua itu baru banyak terjadi islamisasi..., motifnya beraneka ragam, tp cara paling kuno sih pernikahan...
Bila ada orang2 yg beragama islam mau pindah agama ke kristen hanya karena indomie, jangan salahkan orang kristennya, yg salah anda2 orang islam yang kurang memperhatikan orang miskin kecuali di bulan ramadhan untuk ngejar pahala, kemana kalian di bulan2 yg lain.., n kalian kurang gencar untuk datang ke mereka untuk ngajar keimanan kalian...terlalu ekslusif sih..., bahkan untuk zakat saja pelit amat cuma 2.5% dari harta, klo orang kristen, walaupun miskin, tetap memberi yg namanya persembahan persepuluhan, yakni 10% dari penghasilan, krn itu perintah Allah.
Perang Ambon kan yang mulai adalah provokator yg mengatakan org kristen nabrak mati orang islam..., beuh.., cuma karna itu aja langsung perang...., berarti kebencian itu sudah ditanamkan bertahun2..., dan anda suka hal seperti itu kan, emang anda bisa makmur tanpa berhubungan dengan orang kristen..., coba saja..., justru orang kristen juga yang memakmurkan anda..., klo anda perang, baju yang anda pake itu kainnya bukan dr tangan orang indonesia yg beragama kristen, senjata yg dipake, bahan kimia buat bom, dll...itu kan bikinan orang kristen juga, klian itu mengatakan diri beradab..., tp lebih biadab....hahahahahaha..., itulah makanya nabi terakhir ( menurut islam ) diturunkan ke tanah arab, karena orang arab itu lebih biadab drpada orang2 yg lain, bahkan lebih biadab daripada Israel yg kalian musuhi...
kalian kira palestina itu penduduknya adalah penduduk asli orang sana..., anda ssalah...mereka justru pendatang dari turki, sejak yerusalem dikalahkan salahudin dan turki...
jd ngelantur nih...hahahahahaha...
MTI1LjE2MC4zMy4xODA=
Saiful Bahri, Cengkareng | 17 Sep 2010 (16:33 UTC+07)
iqbal & save palestine @ Kelihatan banget dari kata kata kalian ini Iman dan pemikiran kalian sangat dangkal dan Picik,saya juga tidak percaya bahwa kalian memahami arti ajaran Islam sebenarnya,,,,belajarlah saudaraku,kenapa jadi anarkis begitu,kok jadi seperti teroris aja sih,,,DAMAI Dong FISS.
MjIyLjEyNC4xNDQuMjQy
iqbal, jakarta | 16 Sep 2010 (18:31 UTC+07)
kalian menyebut domba2 tersesat..wah..jadi kalian umat kristen berusaha untuk merubah domba2 untuk mengikuti ajaran kalian...bukankah menurut kalian hanya untuk beribadah,tidak ada maksud lain...??..hmmm sungguh munafik...kalian intinya hanya menyebar kebencian,mengganggu orang yg sudah memiliki agama seperti islam...mau damai??...sudah terlambat..kalian telah menyakiti umat islam dengan terlalu..setelah perang ambon...saya jamin..kejadian berikutnya..merupakan neraka buat kalian..kalian tidak akan damai saat berbelanja,ke mall,makan di restoran,jalan2 pagi..atau pergi bekerja..sebab2 ulah kalian..kalian akan merasakan akibatnya..di bumi yg mayoritas islam ini...kami sudah berikan toleransi yg sangat2 baik..hidup kalian makmur,...apa lagi..mau berusaha menguasai indonesia dengan kristenisasi..salah besar..rahasia dan niat anda sudah terbongkar dari semenjak poso dan ambon..kami lebih waspada dan ekstrim dari sebelumnya...INGAT PERANG ADALAH TIPU DAYA jika kalian berpikir memiliki tipu daya yg hebat..maka kami umat islam memiliki tipu daya yg lebih dasyat dari bom atom....liat saja dengan mata kalian sendiri nanti..
MTE0Ljc5LjU1LjIwOA==
iqbal, jakarta | 16 Sep 2010 (18:18 UTC+07)
gak ada namanya islamisasi..mereka sejak dulu datang dengan damai..semenjak jaman majapahit..tidak ada pemaksaan untuk masuk agama islam..tapi belanda,portugis,spanyol..datang untuk menghancurkan orang indonesia saat itu dengan perampokan,pemaksaan untuk memeluk kristen..coba kalian pikir kenapa mayoritas warga indonesia memeluk islam..padahal islam datang sebelum penjajah kristen datang...kalian umat kristen semenjak jaman penjajahan..sudah memiliki rencana untuk menguasai indonesia..jangan bicara persatuan..karna hati kalian sangat munafik..ingat..saat ini..umat islam mulai sadar bahwa sesungguhnya..kalian adalah musuh dalam selimut..jangan lah bermain api..jika sudah kejadian..sangat susah buat kalian umat kristen untuk keluar dari kepungan kami..dan binasalah kalian..