| ||
| Berita lainnya | ||
"Ibadah jalanan ke-10 ini juga mengajarkan pada kami bahwa ternyata kami memang tidak sendirian. Turut bergabung dengan kami, sebagai tanda solidaritas kebangsaan dan kemanusiaan, saudara-saudari kami dari beragam agama dan kepercayaan. Persaudaraan seperti inilah yang sebenarnya dicita-citakan oleh para pendiri bangsa ini 65 tahun yang lalu," demikian pernyataan Majelis Jemaat GKI yang dikirim ke redaksi.
Seperti cita-cita Soekarno, bahwa Indonesia harus menjadi negeri di mana setiap umat beragama dapat beribadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing, tanpa egoisme-egoisme agama. Di mana negara, melalui semua jajaran pemerintah di pusat dan daerah, memastikan tegaknya hukum dan konstitusi bagi semua warga negara tanpa diskriminasi.
Dari trotoar Jl. KH Abdulah bin Nuh, hari ini, sekali lagi, kami menegaskan kekristenan dan ke-Indonesia-an kami, untuk terus memperjuangkan hak beribadah kami di negeri ini. Dan dari trotoar jalanan ini pula, kami menyambut uluran tangan persaudaraan tulus lintas agama yang diulurkan oleh saudara-saudari kami, untuk kemudian secara bersama-sama, meneruskan upaya dan perjuangan kita untuk mempertahankan Indonesia sebagai rumah bersama yang aman dan damai bagi semua. []
© Reformata
⇒ 24 Ags 2010 (15:21 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi