| Berita lainnya |
Surat kabar Sydney Morning Herald edisi Kamis (25/9) yang memuat berita ini mengutip pernyataan keberatan sejumlah warga lokal. “Sejarah saya dikubur disini. Kakek-nenek, orang tua, bibi, paman, saudara dan sepupu saya. Keluarga saya sudah berada disini sejak 200 tahun yang lalu,” kata Len English, jamaah Gereja St. Thomas.
“Gereja tidak punya hak untuk menjual pemakaman ini. Saya akan mendatangi pejabat setempat, jika tidak walikota Camden,” sambungnya.
Pemakaman yang mampu menampung pemakaman sekitar 4.000 jenazah itu, memang sudah dibeli oleh Lebanese Muslim Association (LMA) dari pihak Gereja Anglikan St Thomas seharga 1,5 juta dollar.
Menurut Presiden LMA Keysar Trad, warga Muslim sangat membutuhkan lahan untuk keperluan pemakaman, karena mereka sudah kekurangan tempat di tempat pemakaman-pemakaman lainnya sementara pemerintah Australia tidak bisa memberikan alokasi lahan untuk keperluan pemakaman Muslim.
“Sangat sulit menemukan tempat lain. Kami sudah membeli pemakaman ini dari kelompok agama lain dan mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan,” ujar Trad yang berjanji akan tetap menjaga makam-makam yang sebelumnya sudah ada di pemakaman Gereja St. Thomas. [ems]
Masuk: 26 Sep 2008 (11:56 UTC+07)









Komentar Pembaca
Rekomendasi