| Berita lainnya |
Pertemuan ini dilakukan untuk menceritakan kronologi kejadian penutupan bangunan yang biasa digunakan untuk beribadah oleh GKI Yasmin. Hingga kini, jemaat masih beribadah di luar gereja.
Pertemuan yang dimulai pukul 13.00 itu dipimpin langsung oleh KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU.
Dalam pertemuan tersebut, Said Aqil Siradj mengungkapkan bahwa bangsa ini sedang sakit, sebab yang benar bisa disalahkan, sementara yang salah bisa dibenarkan.
Said Aqil Siradj juga menyoroti perkembangan gerakan radikal keagamaan di Indonesia. Menurutnya, gerakan-gerakan ini memiliki dana yang besar yang berasal dari luar negeri.
Kelompok-kelompok radikal tidak saja bersikap agresif terhadap Kekristenan, tetapi juga terhadap kelompok-kelompok Islam lainnya yang berbeda dengan mereka, termasuk NU.
"Gerakan-gerakan radikal punya duit banyak, bukan hanya Kristen yg diserang, tapi juga NU diserang, halal darahnya," kata Said Aqil Siradj, sebagaimana dikutip Bonar Sigalingging, juru bicara GKI Yasmin melalui akun Twitternya. "Kaum radikal punya duit dari luar negeri itu, menghalalkan darah NU atau yg beda dengan mereka."
"Sejak tahun 80-an kaum radikal makin kuat di sini. NU malah bertahun-tahun dipinggirkan," tambah Said Aqil Siradj. "Kini kaum radikal memanfaatkan kebebasan, untuk merongrong negara. Pemerintah takut!"
Said Aqil Siradj kemudian menegaskan bahwa sebagai negara hukum, maka sudah seharusnya semua pihak taat hukum.
"Siapa pun harus taat Hukum. Siapa pun! Termasuk kelompok-kelompok Islam, dan lainnya." []
© @bonasays (Twitter)
Masuk: 15 Nov 2011 (14:24 UTC+07) | edit terakhir: 15 Nov 2011 (14:54 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi