| Berita lainnya |
Menurut Hendrik, salah seorang jemaat, rumah yang berada sekitar 1 kilometer dari lokasi Gereja Yasmin itu terpaksa dipakai berdoa karena gereja mereka masih disegel. "Kami menggunakan rumah jemaat karena tidak punya tempat untuk berdoa," ujarnya kepada Kompas, Minggu (22/1/2012).
Dikatakan Hendrik, massa mengintimidasi dengan berteriak-teriak menuntut ibadah dibubarkan. Hal itu membuat umat yang sebagian terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak ketakutan.
Sebelum ibadah dimulai, dikatakan Hendrik, ada beberapa orang intel dari polisi yang berkomunikasi dengan jemaat dan perwakilan hukum. "Artinya kegiatan ibadah ini diketahui polisi," katanya.
Beberapa polisi berjaga-jaga untuk mencegah terjadinya aksi yang menjurus pada kekerasan atau pengrusakan.
"Kami mohon doa. Semoga kejadian Ahmadiyah tidak terulang di sini," ujar Hendrik.
Lily Wahid Bersitegang dengan Satpol PP
Sementara itu, anggota DPR Lily Wahid bersitegang dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor saat Lily mengunjungi jemaat GKI Yasmin di hari yang sama. Anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta jemaat GKI Yasmin untuk menempati bangunan yang akan dijadikan tempat beribadah.
Kericuhan pecah ketika Lily berusaha untuk memperjuangkan hak-hak jemaat GKI Yasmin di Jalan Abdullah Bin Nuh, Kota Bogor. Upaya Lily tersebut ditentang anggota Satpol PP Pemkot Bogor dengan alasan bangunan itu masih dalam status sengketa.
Untuk melerai kericuhan tidak meluas, ratusan polisi dari Kepolisian Resor Kota Bogor diterjun ke lokasi. Polisi akhirnya berhasil melerai keributan tersebut. []
© Kompas/Metrotv
Masuk: 23 Jan 2012 (01:10 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi