| ||
| Berita lainnya | ||
“Kami sekarang mengumpulkan beras, mie instan dan obat-batan,” kata Pastor Antonius Haryanto, wakil ketua Karitas Keuskupan Bandung kepada UCA News. Tim Caritas sudah ke lokasi untuk mendistribusi bantuan, mensurvei lokasi dan mengumpulkan data tentang jumlah korban.
Menurut imam diosesan itu, diperkirakan 30 rumah dan 50-100 orang terkubur di bawah tanah longsor yang terjadi pada pagi hari Senin, 22 Februari di perkebunan teh di desa Tenjolaya, kecamatan Pasirjambu kabupaten Bandung. Beberapa gedung kantor, sebuah pabrik, sebuah klinik, sebuah mesjid dan panti anak-anak juga ikut terkubur tanah longsor.
Sedikitnya telah ditemukan 19 orang meninggal dan sekitar 200 orang yang selamat diungsikan ke rumah penampungan sekitar tiga kilometer dari lokasi.
Kebanyakan dari korban adalah para pekerja di Perkebunan Teh Dewata milik P.T. Chakra, yang mulai beroperasi sejak tahun 1956. Perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 800 pekerja dan 500 dari mereka tinggal di desa tersebut.
Pastor Haryanto mengatakan lokasi tanah longsor itu cukup sulit untuk dijangkau. “Dibutuhkan alat berat untuk membantu menemukan mayat, tapi kami tidak tahu apakah ada jalan akses untuk alat berat ke sana.”
Dia juga menyayangkan jumlah anggota relawan Karitas yang kurang, tapi berjanji bahwa tim yang ada akan terus memberikan yang terbaik. “Ini tugas kami untuk membantu para korban bencana alam, tidak peduli apapun latarbelakang mereka.”
Sementara itu Pastor Paulinus Wijaya dari paroki St. Martinus di Margahayu mengatakan kepada UCA News bahwa parokinya belum mendistribusikan bantuan karena terkendala akses ke lokasi yang sulit.
Tapi dia berjanji akan membantu para korban, apapun latarbelakang mereka.
Wakil Presiden Boediono pada Rabu 24 Februari mengunjungi para korban tanah longsor tersebut.
Seperti dilaporkan Karitas, Wapres Boediono menyumbangkan uang sebesar Rp 200 juta untuk korban longsor, menyerahkan bantuan 25 tenda, 500 selimut, 100 paket peralatan dapur, 100 paket sandang, dan 100 tikar. [ucan]
⇒ 26 Feb 2010 (12:00 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi