| Berita lainnya |
Iklan yang bertuliskan "Tak Ada Tuhan -- tak masalah! Jadilah baik demi kebaikan. Humanisme adalah gagasan dimana kamu bisa menjadi baik tanpa harus percaya pada Tuhan" dengan menampilkan orang-orang berpakaian merah dan putih ala Sinterklas. Iklan ini adalah kelanjutan dari iklan sebelumnya yang bertuliskan "Mengapa harus percaya kepada Tuhan?" yang mereka kampanyekan melalui transportasi umum di Washington, D.C.
Selain kembali berkampanye di Washington, D.C. ada empat kota besar lainnya yang dipilih, yaitu New York, Los Angeles, Chicago dan San Fransisco.
"Kampanye kami ditujukan kepada orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan untuk memberi tahu mereka bahwa mereka tidak sendirian. Ada sebuah komunitas bagi mereka," kata Karen Frantz, juru bicara AHA.
Frantz menambahkan bahwa mereka tidak bermaksud untuk mengajak orang-orang beragama untuk meninggalkan agama mereka, tetapi mereka berharap agar kampanye ini dapat menghentikan upaya-upaya dari orang-orang beragama untuk memaksakan keyakinan mereka.
Sebuah kelompok konservatif pro-Kristen di Amerika menanggapi kampanye itu mengatakan bahwa kampanye itu hendaknya tidak mengintimidasi orang-orang beragama di Amerika, sebab mereka juga punya hak untuk tetap merayakan Natal dengan bangga. Kelompok ini juga menghimbau orang-orang Kristen untuk tidak menanggapi kampanye ini dengan cara mengutuk.
Kristi Hamrick, presiden Campaign for Working Families sekaligus juru bicara Gary Bauer's American Values menyerukan orang-orang Kristen untuk menanggapi kampanye kaum humanis dengan kasih dan mensyukurinya sebagai bagian dari kebebasan yang ada di Amerika.
Menurut Hamrick, kebenaran-kebenaran Kristen tidak membutuhkan validasi dari kaum ateis. [cns]
Masuk: 01 Des 2009 (22:30 UTC+07) | edit terakhir: 01 Des 2009 (22:31 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi