| Berita lainnya |
Hal tersebut dia sampaikan setelah adanya penurunan jumlah umat yang hadir pada Misa hari Minggu dalam beberapa minggu belakangan ini.
Banyak umat paroki Santa Maria Diangkat ke Surga di Ketang — tidak jauh dari Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai, NTT — mengadakan pesta pada akhir pekan saat dimulainya liburan sekolah bulan lalu.
Pesta-pesta seperti ini bertujuan mengumpulkan dana untuk pendidikan anak-anak mereka.
"Karena pesta pada akhir pekan, jumlah umat Katolik yang ikut Misa hari Minggu berkurang," kata Romo Maximus Larung kepada sekitar 300 umat yang mengikuti Misa minggu lalu.
"Ini tidak bagus untuk perkembangan kehidupan rohani mereka," kata Romo Maximus.
Menurut dia, orang yang ikut pesta pada malam minggu akan tidur terlambat, sehingga bangun pagi terlambat, dan akhirnya tidak mengikuti Misa hari Minggu karena kelelahan.
Dan, kalau pesta diselenggarakan hari Minggu malam, penyelenggarakan tidak datang ke gereja karena mereka sibuk mempersiapkan pesta.
"Karena itu saya minta umat untuk tidak menyelenggarakan pesta pada hari Sabtu maupun Minggu malam," tegasnya.
Biasanya ada sekitar 500 orang menghadiri Misa setiap hari Minggu, kata Nikolaus Tarung. Namun, sejak adanya pesta pada akhir pekan jumlahnya menurun drastis, menjadi hanya 250 orang.
Paroki St Maria Diangkat ke Surga memiliki sekitar 6.000 umat.
Meskipun demikian, Tarung menyadari pesta seperti itu juga ada manfaatnya karena tujuannya untuk pengumpulan dana untuk pendidikan anak-anak. Selain itu, pesta semacam itu juga merupakan bentuk kerja sama umat setempat.
Untuk pesta, penyelenggara biasanya membunuh satu atau dua ekor babi. Dan seorang undangan bisa memberi sumbangan hingga Rp50.000.
"Tuan pesta bisa mendapat Rp10 hingga Rp20 juta per pesta," kata Tarung. [ ]
© Cath News
Masuk: 02 Jul 2010 (11:58 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi