| Berita lainnya |
Lebih dari 500 orang aktivis yang tergabung dalam koalisi NoToPope harus berhadapan dengan para peziarah yang hendak mengikuti misa yang dipimpin Paus, Sabtu (19/7). Dengan mengenakan kostum suster, pastur dan setan, mereka berbaris seraya meneriakkan slogan-slogan anti-Paus. Namun gerakan mereka sangat terbatas karena dikelilingi polisi yang berjalan kaki, bersepeda dan berkuda.
"Paus salah, pakailah kondom," teriak mereka menggunakan megafon. Selain itu mereka juga melemparkan bungkusan merah berisi kondom ke barisan peziarah. Namun para pemuda Katolik yang semula ingin tahu aksi itu akhirnya tersenyum dan melambaikan tangan lalu menyanyikan lagu mereka sendiri, "Benediktus! Kami cinta kau!"
Kejadian ini menjadi ujian bagi kedua kelompok untuk tidak melakukan kekerasan. Polisi menahan seorang aktivis NoToPope yang melemparkan kondom kepada peziarah. Para aktivis berada di atas angin setelah pekan ini pengadilan membatalkan peraturan yang melarang mereka melakukan hal yang menjengkelkan para peziarah.
"Kami ingin tegaskan bahwa kami tidak anti agama, dan kami menyambut baik para pemuda Katolik di negara kami. Kami hanya menentang Paus dan hirarki gereja," kata Rachel Evans, salah satu pemimpin koalisi.
Koalisi ini mengecam kebijakan Paus yang menentang homoseksualitas, kontrasepsi dan aborsi. Dalam aksi itu, para aktivis berkostum suster dan pastor berpidato secara berapi-api tentang seks yang aman. Mereka juga menggelar kontes slogan di kaos oblong yang umumnya menjengkelkan.
Keriuhan aksi itu sangat kontras dengan suasana khidmat di sebuah katedral yang sebelumnya diadakan misa yang dipimpin Paus. "Yesus mencintai kita semua," kata Mark Choi, seorang pemuda Katolik. "Saya sungguh memahami mengapa mereka ke sini dan saya tak akan memasukkannya ke hati. Tapi mereka tidak mengerti bahwa kami mencintai semua orang, homoseks atau siapa pun. Bertengkar tidak menyelesaikan," kata pemuda 18 tahun asal Silver Spring Maryland AS itu.
Ada juga di antara para peziarah itu yang sepakat dengan para pendemo. "Hak mereka mengatakan itu, sebagian besar benar. Saya juga tidak sepakat dengan Paus soal kondom dan seks pranikah. Mereka juga benar soal pelanggaran-pelanggaran seks itu," kata Lukas Nebel (22), peziarah asal Austria.
Aksi protes itu menarik perhatian, bahkan sebelum benar-benar digelar, setelah negara bagian New South Wales, awal bulan ini melarang siapapun berbuat sesuatu yang menjengkelkan peserta Hari Pemuda Dunia, acara tahunan Gereja Katolik Roma. Pelanggar aturan ini akan didenda di atas 5.500 dolar Australia. Di pengadilan, para aktivis NoToPope berargumen bahwa aturan itu memberangus hak mereka untuk berpendapat. Aturan itu langsung dibatalkan pengadilan.
Puluhan ribu peziarah Hari Pemuda Sedunia memenuhi jalanan Sydney, Sabtu (19/7). Untuk itu Harbor Bridge dan beberapa jalan penting lainnya ditutup. Paus dijadwalkan bergabung dengan mereka pada Sabtu malam selama beberapa jam. Paus akan kembali ke tempat pacuan kuda pada Minggu pagi untuk memimpin misa yang diperkirakan diikuti 250.000 orang. [kmp]
Masuk: 20 Jul 2008 (13:39 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi