| ||
| Berita lainnya | ||
Bulan lalu, USPS mengumumkan rencana peluncuran prangko dengan gambar Mother Teresa sebagai bagian dari perayaan 50 tahun pelayanan para suster terhadap orang-orang sakit dan terlantar di India dan di seluruh dunia. Ini dilakukan untuk menghormati kerendahan hati dan belas kasihan yang ditunjukkan oleh Mother Teresa.
Freedom from Religion Foundation (FFRF) menolak dijadikannya Mother Teresa sebagai gambar prangko dengan alasan bahwa hal itu bertentangan dengan kebijakan USPS.
FFRF mengatakan bahwa dalam regulasi kesembilan dari USPS dikatakan bahwa prangko ataupun kertas surat tidak bisa dikeluarkan untuk menghormati institusi atau individu keagamaan yang memiliki prestasi yang berhubungan dengan tindakan atau kepercayaan agama.
Menurut FFRF, sebagaimana dikemukakan oleh juru bicaranya, Annie Laurie Gaylor, Mother Teresa dikenal sebagai tokoh agama yang menjalankan sebuah lembaga keagamaan.
"Anda tidak bisa memisahkannya antara menjadi seorang suster dan seorang Katolik Roma dengan segala sesuatu yang ia lakukan," kata Gaylor.
Meski demikian, kelompok atheis tidaklah keberatan dengan prangko bergambar Martin Luther King, seorang pendeta Protestan, dan Malcolm X, seorang tokoh Muslim.
Keduanya, menurut FFRF, lebih dikenal sebagai tokoh hak-hak sipil ketimbang agama.
Prangko Mother Teresa sendiri akan diluncurkan pada 26 Agustus 2010, bertepatan dengan perayaan ulang tahun Mother Teresa. [cp]
⇒ 02 Feb 2010 (10:55 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi