| Berita lainnya |
Sekitar 250 orang ikut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi di kota Lahore, Pakistan, untuk memprotes rencana pemberian pengampunan bagi Asia Bibi. Demonstrasi ini dikoordinir oleh Gerakan Perlindungan Kehormatan Nabi yang menuntut agar hukum penghujatan ditegakkan.
"Kami rela mengorbankan hidup kami bagi Nabi Muhammad," kata seorang demonstran sebagaimana dikutip The Associated Press.
Demonstrasi yang berlangsung pada hari Rabu (24/11) tersebut didukung oleh sejumlah ulama Muslim terkenal di negara tersebut.
"Jika presiden mengampuni Asia Bibi, maka kami akan bangkit di seluruh penjuru negeri sampai ia terdesak untuk menarik kembali keputusannya itu," kata Mufti Muneer Ur Rehman, sebagaimana dikutip CNN.
Rencana pengampunan terhadap Asia Bibi pertama kali diungkapkan oleh Gubernur Punjab, Salman Taseer, yang juga menjadi pembela paling vokal terhadap Asia Bibi. Taseer-lah yang menyampaikan petisi pengampunan Bibi kepada Presiden Pakistan, Asif Ali Zadari.
Dalam wawancaranya dengan CNN, Taseer mengatakan bahwa presiden akan mengampuni Bibi dari hukuman gantung.
Jika hukuman mati bagi Bibi tetap dilangsungkan, maka Bibi akan menjadi orang pertama yang dijatuhi hukuman mati karena kasus penghujatan terhadap Muhammad.
Sebelumnya, pengadilan Pakistan pernah mengeluarkan sanksi hukuman mati serupa, namun, tidak ada yang pernah dieksekusi.
Tuduhan penghujatan sendiri disangkal oleh Bibi. Ia bahkan berkali-kali meminta pengampunan agar dilepaskan.
"Saya mempunyai anak-anak kecil," kata Bibi. "Demi Tuhan, tolong bebaskan aku." []
© Christian Post
Masuk: 26 Nov 2010 (00:52 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi