| Berita lainnya |
Insiden ini terjadi tanggal 1 Juli lalu, namun informasinya baru diterima UCANews kemarin.
"Saya mengundang banyak umat Katolik untuk menghadiri Misa syukur atas rumah saya dan untuk merayakan ulang tahun anak saya yang ke-17," kata Servulus Sihotang, warga paroki St Paulus Depok, Jawa Barat.
"Tapi tiba-tiba mereka masuk secara paksa dan menghentikan Misa," tutur pria berusia 54 tahun ini.
Dia membeli rumah tersebut dari seorang Muslim, dan tetangga yang beragama Islam hadir pada pesta syukuran di rumah tersebut minggu sebelumnya. Menurut Servulus, para penyerang itu bukan berasal dari wilayah tersebut.
"Wilayah ini cuku rawan," kata pastor Taucen Hotlan Girsang OFM, yang memimpin Misa karena "ada warga yang tidak setuju dengan kegiatan keagamaan." Namun banyak juga yang menerima kegiatan seperti itu.
Menurut Pastor Girsang, dia dan umat Katolik setempat terus berupaya meningkatkan dialog sehingga mereka yang tinggal di wilayah tersebut lebih memahami agama-agama yang telah diakui pemerintah seperti Buddha, Katolik, Konghucu, Hindu, Islam dan Protestan.
Semua orang harus paham bahwa setiap warga Negara punya hak untuk menganut agama yang mereka pilih, lanjut pastor Girsang. [ ]
Masuk: 07 Jul 2010 (16:50 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi