| Berita lainnya |
Rezim Korea Utara melarang semua agama untuk berkembang di negara itu. Akibatnya, pihak berwenang telah mengeksekusi orang-orang yang ditemukan memiliki alkitab.
Seorang veteran pengamat Korea Utara mengatakan kepada Open Doors bahwa orang-orang Kristen di Korea Utara tidak dianggap sebagai manusia. Bahkan pada tahun lalu ia mengatakan memiliki bukti dimana ada orang Kristen yang dijadikan kelinci percobaan untuk menguji senjata kimia dan biologi.
Carl Moeller, presiden/CEO Open Doors Amerika Serikat mengatakan bahwa tidaklah mengherankan jika Korea Utara berada pada peringkat pertama dalam daftar yang rutin dikeluarkan setiap tahun itu.
"Tidak ada negara lain di dunia dimana orang Kristen dianiaya sedemikian mengerikan dan sistematis," kata Moeller. "Jika seseorang dipenjara, maka tiga generasi dari keluarganya akan dijebloskan dalam penjara juga."
Di peringkat kedua setelah Korea Utara adalah Iran, yang tahun lalu berada di peringkat ketiga.
Menurut Open Doors, penangkapan terhadap orang-orang Kristen di Iran mengalami peningkatan dari tahun 2008 dan berlanjut hingga 2009. Setidaknya 85 orang Kristen ditahan di Iran selama periode ini.
Di antara mereka yang ditahan adalah dua perempuan muda yang berpindah agama dari Islam ke Kristen. Kasus Maryam Rustampoor dan Marzieh Amirzadeh, yang dibebaskan dua bulan lalu, menarik perhatian internasional, dan Open Doors adalah satu di antara kelompok-kelompok yang menganjurkan agar keduanya dibebaskan.
Selain dipenjarakan, banyak orang Kristen yang dianiaya dalam penjara serta dipaksa untuk meninggalkan iman mereka, tetapi mereka menolak.
Diduga, meningkatnya penahanan terhadap orang-orang Kristen di Iran merupakan strategi pemerintah untuk mengalihkan perhatian dari masalah-masalah internal negara, seperti sengketa pemilihan kembali Presiden Mahmoud Ahmadinejad serta tingginya angka pengangguran di negara itu.
Di tempat ketiga adalah Arab Saudi, yang tahun lalu berada di peringkat kedua. Turunnya peringkat Arab Saudi bukan karena menurunnya angka penganiayaan di negara itu, melainkan semata-mata karena meningkatnya angka penganiayaan di Iran. Menurut Open Doors, situasi di Arab Saudi sama sekali tidak menunjukkan adanya perubahan.
Open Doors juga menggarisbawahi masuknya negara Afrika Utara, Mauritania, ke dalam daftar sepuluh besar. Mauritania berada di posisi delapan melompat drastis dari posisinya tahun lalu. Situasi Mauritania memburuk dengan pembunuhan seorang pekerja bantuan Kristen pada bulan Juni, penyiksaan 35 orang Kristen pada bulan Juli, dan penangkapan warga Kristen sub-Sahara pada bulan Agustus.
Secara keseluruhan, dalam daftar 10 besar, 8 di antaranya adalah negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Bahkan, dari 50 besar, 35 di antaranya memiliki pemerintahan Islam.
"Di dunia Muslim, banyak orang yang menjadi percaya kepada Kristus," kata Moeller. "Tahun 2010 ini, kita harus mendukung mereka dalam doa."
Penganiayaan terhadap orang Kristen pada tahun 2009 juga terjadi di Aljazair, India, Kuba, Yordania, Sri Lanka dan Indonesia. Berdasarkan catatan Open Doors, Indonesia mengalami kemajuan dalam hal toleransi. Jika tahun lalu Indonesia berada pada peringkat ke-41, maka tahun ini, Indonesia turun ke peringkat 48.
Berikut daftar 10 besar negara dengan tingkat penganiayaan tertinggi:
1. Korea Utara
2. Iran
3. Arab Saudi
4. Somalia
5. Maladewa
6. Afghanistan
7. Yaman
8. Mauritania
9. Laos
10. Uzbekistan.
Unduh daftar lengkap 50 besar, klik di sini. [cp]
Masuk: 07 Jan 2010 (22:50 UTC+07) | edit terakhir: 07 Jan 2010 (23:00 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi