| Berita lainnya |
Serangkaian teror terhadap para misionaris asal Korsel di Timur Tengah telah berdampak pada serangan terhadap para wisatawan dan pebisnis asal negara itu di Timur Tengah.
"Banyak warga kami yang melarikan diri dari Iran, Yordania, Yaman dan sejumlah negara Islam lainnya di Timur Tengah bulan lalu," kata seorang pejabat kementrian luar negeri, sebagaimana dilaporkan oleh AFP.
Surat kabar Chosun Ilbo melaporkan bahwa ada lebih dari 80 warga Korsel yang melarikan diri dari negara-negara Islam di Timur Tengah dalam dua bulan terakhir.
Sementara itu, harian Korea Herald melaporkan bahwa Yordania telah memberikan peringatan kepada Seoul bahwa ada kemungkinan terjadinya serangan terhadap misionaris-misionaris asal Korsel.
Pada tahun 2007, Taliban Afghanistan menyandera 23 tenaga sukarelawan asal Korsel. Dua di antara mereka kemudian dibunuh, sementara yang lainnya dibebaskan setelah adanya kesepakatan antara Seoul dengan Taliban.
Pada bulan Maret silam, empat turis asal Korsel menjadi korban dalam serangan bom bunuh diri di sebuah situs wisata di Yaman. Al-Qaida mengaku bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Bulan Juni, seorang perempuan tenaga bantuan sukarela asal Korsel menjadi korban pembunuhan di Yaman, meskipun kasus ini tidak jelas apakah korban berhubungan dengan kelompok misionaris.
Korsel adalah negara dengan penduduk mayoritas beragama Kristen. Umumnya kelompok-kelompok Kristen Protestan di Korsel adalah kelompok-kelompok yang sangat agresif dalam hal misi ke luar negeri, khususnya dalam upaya penyebaran Injil. [AFP]
Masuk: 30 Ags 2009 (13:32 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi