| Berita lainnya |
Konferensi ini diorganisir oleh Serikat Kristen untuk Israel (CUFI), yang merupakan organisasi pro-Israel terbesar di Amerika.
Konferensi yang diadakan selama tiga hari ini terfokus pada meningkatnya tekanan-tekanan yang dihadapi Israel, termasuk pengembangan nuklir Iran serta kebijakan-kebijakan baru pemerintahan AS.
"Kami sangat cemas akan perkembangan Iran dalam mengembangkan senjata nuklir," kata David Brog, direktur eksekutif CUFI kepada CBN News.
Menurut Brog, jika upaya Iran ini tidak diantisipasi dengan cepat, maka akan sangat merugikan, bukan saja bagi Israel, tapi juga bagi AS sendiri.
Iran dianggap sebagai musuh utama Israel, apalagi presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad dianggap berupaya untuk menghapus negara Israel.
Hubungan antara AS dengan Israel agak dingin sejak Obama menjadi presiden. Dukungan pemerintahan Obama atas Israel tidak sekuat dukungan pemerintahan Bush. Obama dinilai memiliki kecenderungan untuk mendukung solusi dua negara yang memisahkan tanah Israel dari negara Palestina.
Umumnya anggota CUFI menentang solusi dua negara, sebab solusi itu akan membagi Yerusalem, yang sejak dulu sudah menjadi milik Israel.
Konferensi kali ini berakhir dengan kesepakatan untuk melobi para pembuat keputusan di Capitol Hill agar memberikan dukungan lebih bagi Israel. Rencananya, dalam pertemuan itu juga, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akan memberikan sambutan kepada hadirin via satelit.
CUFI didirikan pada tahun 2006 oleh Pastor John Hagee, pendeta di Cornerstone Church, San Antonio, Texas. Tujuannya adalah menghimpun gerakan awam untuk memberikan dukungan bagi Israel.
Konferensi tahun ini merupakan pertemuan keempat sejak CUFI didirikan. [CP]
Masuk: 23 Jul 2009 (13:16 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi