| Berita lainnya |
"Kedengarannya usulan untuk membakar Qur'an berakar dari balas dendam," kata Presiden Asosiasi Injili Nasional (NAE), Leith Anderson. "Padahal Alkitab mengatakan agar orang Kristen harus meyakinkan agar 'jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang' (1Tesalonika 5:15)."
Dove World Outreach Center, sebuah gereja non-denominasi di Gainesville, Florida, baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menggelar aksi pembakaran Qur'an dalam peringatan tragedi 11 September. Tujuan mereka adalah mengingatkan warga Amerika akan bahaya-bahaya Islam.
Dove World Outreach Center terkenal karena aksi-aksi provokatifnya dalam menentang segala sesuatu yang mereka anggap dosa. Pada waktu lalu, mereka membuat tanda "Islam adalah Jahat" dalam benda-benda milik mereka. Mereka juga bergabung dengan Gereja Baptis Westboro dalam upaya menentang homoseksualitas. Visi mereka adalah mendorong orang-orang Kristen untuk bangkit demi kebenaran Alkitab.
Dalam keyakinan mereka, satu-satunya kebenaran adalah melalui darah Yesus. Melalui pertobatan dan kelahiran baru. "Agama apapun yang menawarkan hal selain kebenaran itu adalah jahat."
Untuk melawan aksi "Hari Membakar Qur'an Internasional," Dewan Hubungan Amerika-Islam, sebuah kelompok advokasi Islam terbesar di AS, berencana untuk menggelar "Bagikan Qur'an" pada malam 11 September.
Pastor Joel Hunter dari Northland, yang merupakan anggota dewan pengurus NAE mengatakan, "Kita harus menyadari bahwa melawan api dengan api hanya akan mengakibatkan api yang lebih besar."
"Kasih adalah air yang akan memadamkan kehancuran," katanya.
NAE mewakili lebih dari 45.000 gereja lokal dari sekitar 40 denominasi. []
© Christian Post
Masuk: 31 Jul 2010 (00:05 UTC+07) | edit terakhir: 31 Jul 2010 (01:05 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi