| Berita lainnya |
Menurut laporan, kelima misionaris tersebut ditangkap saat tengah melakukan pertemuan dengan beberapa orang Muslim Maroko di Casablanca, yang merupakan kota pusat ekonomi Afrika Utara. Selanjutnya, mereka dikirim dengan menggunakan kapal kecil ke Spanyol.
Sejumlah lembaran berisi propaganda penginjilan, termasuk beberapa video berbahasa Arab juga ditahan.
Seorang pengurus senior Interior Ministry mengatakan bahwa Maroko bukanlah negara yang anti-Kristen. Namun, otoritas negara itu mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh kelima orang misionaris itu telah melampaui batas. Karena itu, mereka tidak ditangkap ataupun diinterogasi, tetapi hanya diusir keluar dari negara itu.
Di Maroko, orang-orang Kristen dan Yahudi bebas untuk beribadah di gereja-gereja maupun sinagoge-sinagoge, tetapi negara itu menganggap tindakan mengkonversi seorang Muslim adalah tindakan ilegal.
Maroko termasuk salah satu negara yang cukup toleran dalam hal keagamaan, tetapi pada saat yang sama, negara itu sangat melindungi iman Muslim, khususnya Sunni.
Pada awal bulan ini, sebuah sekolah Muslim Shi'a ditutup atas tuduhan berusaha mengkonversi murid-muridnya yang memeluk agama Islam Sunni. Bahkan, Rabat telah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran, sebab negara Republik Islam Shi'a itu dituding melakukan upaya merusak kesatuan Sunni Maroko. [ap]
Masuk: 31 Mar 2009 (19:53 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi