| Berita lainnya |
“Sebagai warga negara Indonesia saya merasa berduka dengan kepergian Gus Dur. Kepergian Gus Dur memang mengejutkan, namun kita yang ditinggalkan harus siap menerima kenyataan ini,” ujarnya saat di hubungi Republika, Rabu (30/12). Menurutnya, Indonesia tidak hanya kehilangan salah satu tokoh bangsa, namun juga kehilangan seorang tokoh kemanusiaan dunia. “Gus Dur Adalah seorang Muslim yang sangat manusiawi, dan manusia yang sangat Islami,” jelasnya.
Dalam kenangan Natan, Gus Dur merupakan seorang yang sangat bersahaja. Dalam sebuah kesempatan, Gus Dur pernah secara khusus menghubungi Nathan hanya untuk menanyakan kabar. “Pada suatu kesempatan, saya pernah mendapatkan panggilan telepon tapi dengan nomor rahasia. Saat saya angkat ternyata suara Gus Dur. Saat itu dia menanyakan prihal persiapan Natal. Ini menujukkan rasa kepedulian dan perhatiannya yang tinggi,” ujarnya. [rep]
Masuk: 31 Des 2009 (07:00 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi