| Berita lainnya |
Hasratnya didorong oleh ketulusannya untuk membantu masalah transportasi suku Waodani di Amazon, Ekuador.
Saint mendapat dukungan dari badan penerbangan AS (FAA) yang ikut bekerja bersama-sama dengan para ahli i-tec dalam merancang mobil terbang bernama Maverick. Bahkan, Saint berhasil mengantongi sertifikat FAA untuk mobil terbangnya itu.
Sebelumnya, sebuah mobil terbang juga dikembangkan oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Massachusett, Terrafugia. Mobil terbang tersebut diberi nama The Transition Roadable Aircraft atau The Transition, yang juga telah mendapatkan sertifikat dari FAA. Namun, para ahli mengatakan bahwa The Transition bukanlah sebuah mobil terbang, melainkan sebuah pesawat yang bisa dikemudikan di jalan raya dengan sayap terlipat.
Karena itu, Maverick rancangan Saint kali ini benar-benar merupakan terobosan baru dan layak disebut "mobil terbang."
Menurut Saint, ia sangat terinspirasi dari ayahnya, Nate Saint, seorang pilot yang meninggal dalam kecelakaan ketika sedang bertugas menjangkau suku-suku Indian Waodani di Amazon. Pada waktu itu, Nate Saint sedang mengantarkan sekelompok misionaris Kristen untuk menjangkau suku Indian tersebut.
"Saya masih anak-anak ketika ayah saya meninggal, tetapi saya tahu bahwa ayah saya begitu peduli dengan orang-orang itu sehingga ia rela mengambil resiko mempertaruhkan hidupnya agar suku-suku itu tidak dibunuh oleh perusahaan minyak maupun oleh pemerintah," kata Saint.
Bibi Saint bernama Rachel berhasil menjangkau suku Waodani. Ia bahkan tinggal bersama-sama dengan suku tersebut. Sementara, ibu Saint tak henti-hentinya mendoakan suku itu.
Saint sendiri sempat diasuh oleh seorang pejuang suku Waodani bernama Minkai. Minkai mendidik Saint cara-cara untuk hidup sama seperti putranya sendiri.
Selanjutnya, Saint bersekolah dan membangun karirnya di Amerika Serikat.
Tahun 1994, bibinya meninggal. Ia dimakamkan di Ekuador. Saat itulah suku Waodani mengatakan kepada Saint bahwa sudah waktunya baginya untuk kembali. Karena itu, Saint memutuskan untuk tinggal bersama-sama dengan suku itu di hutan bersama-sama dengan keluarganya.
Suku Waodani meminta Saint mengajari mereka bagaimana untuk tidak bergantung pada bantuan dari luar. Itulah yang menginspirasi Saint untuk mendirikan i-tec. Tujuannya adalah bagaimana supaya mereka bisa menerapkan teknologi yang sesuai dengan masyarakat Waodani.
Mobil terbang Maverick hanyalah salah satu jawaban dari serangkaian teka-teki yang digumuli oleh i-tec. Maverick telah dikembangkan selama enam tahun.
Menurut Saint, selain mengembangkan Maverick, i-tec juga akan mengembangkan teknologi, perangkat dan sistim pelatihan kesehatan bagi masyarakat Waodani. [ ]
© CNN
Masuk: 29 Okt 2010 (04:27 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi