| Berita lainnya |
Menurut Nora Lucero, sekjen PBS, pembangunan museum Alkitab disebabkan karena kurangnya minat warga Filipina dalam membaca Alkitab. Berdasarkan jajak pendapat yang diadakan oleh AC Nielsen pada 2005 silam, terungkap bahwa hanya sekitar 40 persen saja dari total penduduk Filipina yang memiliki Alkitab di rumahnya, dimana dari 40 persen itu, hanya sekitar 80 persen yang membacanya.
Sebelumnya, PBS telah meluncurkan kampanye "Kiranya Mereka Menjadi Satu" dengan tujuan untuk meletakkan Alkitab di setiap rumah warga Filipina.
Lucero berharap dengan diluncurkannya museum Alkitab pertama di Filipina itu, warga Filipina akan lebih peduli dengan sejarah Alkitab.
Museum Alkitab ini akan menyajikan informasi-informasi bagi pengunjung dalam bentuk gambar, video, ilustrasi, artifak dan presentasi dari para ahli. Museum juga akan menyajikan Alkitab dalam berbagai terjemahan. [MB]
Masuk: 18 Apr 2010 (13:07 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi