• Situs ini telah dibuka sebanyak 3.653.134 kali
• OS Anda: Tidak Dikenal
• Browser Anda: Tidak Dikenal
• IP Anda: 38.107.179.223
• Ini adalah kunjungan Anda ke 513
• Unique visitors:
lebih
ditail
Perisai.net - DALAM sebuah wawancara dengan Cathleen Falsani dari Chicago Sun Times, Barack Obama dengan jujur mengatakan bahwa ia tidak membaca Alkitab ataupun berdoa secara reguler.
Ia curiga terhadap dogma dan kepastian, dan merasa bahwa "agama paling baiknya harus disertai dosis keraguan yang besar" ("Obama's Fascinating Interview with Cathleen Falsani," BeliefNet, 11 Nov., 2008).
Ia percaya bahwa Yesus adalah seorang guru yang hebat, bahwa dosa adalah "keluar dari jalur nilai-nilai pribadi saya," dan bahwa surga bisa saja "sekarang ini atau nanti." Ia tidak "berani berasumsi tahu apa yang akan terjadi setelah saya mati." Walaupun ia mengklaim menolak dogmatisme agama, tetapi ia secara dogmatis menolak doktrin tentang neraka.
Ia menolak "kepercayaan bahwa orang yang tidak menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat pribadi mereka akan pergi ke neraka."
Ia mengatakan, "Saya sulit untuk percaya bahwa Allah saya akan memasukkan empat per lima dunia ini ke dalam neraka. Saya tidak dapat membayangkan Allah saya akan membiarkan seorang anak kecil Hindu di India yang tidak pernah berinteraksi dengan iman Kristen untuk dibakar selamanya. Itu bukanlah bagian dari kepercayaan agama saya."
Obama meninggikan pemimpin agama Hindu, Gandhi, sebagai "contoh hebat akan seorang rohaniwan yang mendalam" dan mengatakan bahwa FoxNews dan acara bincang-bincang radio "kadang-kadang berbahayan."
Barack Obama adalah presiden Amerika pertama yang beraliran New Age. Oleh sebab itulah ia didukung oleh Oprah Winfrey dan dalam pidato penerimaannya ia berbicara penuh dengan filosofi New Age.
Tak diragukan lagi, ia akan membawa kemajuan bagi segala gerakan anti-Kristen, termasuk homoseksualitas, environmentalism, feminisme, aborsi, globalisme, sosialisme, dan Islam.
"Toleransi" yang dia bawakan merangkul semua pihak kecuali orang-orang percaya Alkitabiah, dan ketidaksukaannya akan dogmatisme ternyata tidak berlaku bagi dogmatisme menolak pengajaran-pengajaran Alkitab. [ddw]
rifki, palembang | 09 Nov 2010 (11:28 UTC+07)
kalau memang demikian menurut obama maka kita sebagai umat islam harus menghargainya, sebab di dalam islam sudah dikatakan bahwa,,"agamamu adalah agamamu dan agamaku adalah agamaku dan aku tidak menyembah apa yg kamu sembah.
MTEwLjEzNy4xMjMuMTU1
ricky, in | 22 Sep 2009 (14:41 UTC+07)
coba lihat yang anda tulis, anda dengan kata lain mengatakan cuma orang Kristen yang punya hikmat Allah, kalo berbeda dengan itu, itidak punya hikmat Allah. coba saya ingatkan sedikit, mungkin menurut saudara kita yang muslim, anda juga tidak berhikmat karena makan babi dan tidak sholat, menurut saudara yang buddha anda tidak berhikmat karena tidak mencari pencerahan dari dalam, menurut anda orang tidak berhikmat karena bukan kristen dan berbeda dengan alkitab.. New age itu percaya Tuhan dengan cara yang berbeda. Semuanya melayani kebaikan.
Sesuatu yang tidak sesuai dengan keyakinan anda, menjadi celaan, dan itu jauh dari spiritualitas.
Maaf kalau anda tersinggung, tapi saya letih melihat kefanatikan di dunia ini yang menganggap apa yang mereka percai yang paling benar, anda lupa bahwa essensi dari beragama adalah BerTuhan, bukan agama itu sendiri. makanya terorisme dan perang salib bisa terjadi karena pemikiran fanatik seperti ini. Anda menganggap remeh Obama karena dia berbeda. Neraka bagi new age berbeda dengan neraka yang anda percayai, begitu juga Buddha percaya dengan karma dan reinkarnasi sesuai dengan amal ibadah di dunia.. Saya mau dengar dari anda dengan kepercayaan seperti itu, apakah Buddha tidak berhikmat? Sekarang yang sempit dan sombong siapa?
vita, malaysia | 03 Sep 2009 (08:33 UTC+07)
ini dunia bebas, bebas punya prinsip apa aja, enjoy life lah
ricky, indonesia | 29 Ags 2009 (18:38 UTC+07)
kalo obama agak berbeda dengan alkitab kenapa? kalo obama islam kenapa? kalo obama buddha atau hindu atau new age kenapa?
orang2 kadang merasa apa yang mereka yakinilah yang paling benar! bener2 narrow minded! Tuhan itu satu, manusialah yang membuat agama dan mengatakan agama itulah Tuhan. hati2 dengan doktrin seperti itu yang masih kental di masayarakat, bisa mendatangkan kebencian kepada umat beragama lain(jelas2 ini tidak spiritual) dan bisa menjadi teroris karena doktrin2 seperti ini.
Sadarlah wahai umat manuasia fanatik!
Sem, Sanaa, Yemen | 10 Jan 2009 (03:12 UTC+07)
Terima kasih untuk tanggapannya, namun saya hanya mau bertanya jika anda dipilih sebagai pemimpin sebuah negara, siapa yang akan anda andalkan, hikmat Allah atau otak anda yang sempit dan dangkal, kalau dengan sombong anda menganggap tanpa Allah anda mampu bagaimana bisa mendapatkan hikmat Allah itu ? kalau anda orang kristen yang taat pasti tahu menjawabnya. Selanjutnya untuk mengukur kedamaian suatu negara tidak bisa dipisahkan dari prinsip-prinsipnya Tuhan, itu merupakan suatu paket, dan saya sangat yakin majunya suatu negara itu karena prinsip2 Firman Tuhan yang ditarapkan.coba baca sejarah lahirnya negara-negara2 maju seperti Inggris, Amerika serikat dan negara2 maju lainnya, mereka sangat memegang teguh prinsip2 Firman Tuhan; lebih jelas lagi saya sarankan anda untuk membaca Alkitab mengenai sejarah, mulai dari kisah Raja Daud hingga pembuangan ke Babel. kalaupun ditemukan peperangan, pertikaian disuatu negara atau wilayah, kita perlu bertanya mengapa hal itu terjadi, apa alasannya, apa kesalahan mereka, jangan main simpulkan saja menurut pengetahuan kita yang sempit.
Thanks ya buat semua yang akan membacanya, . . .maaf, kalau ada yang agak panas saat membaca, tapi kalau dicerna secara mendalam, pasti puas.
Anton, Deli Serdang. | 09 Jan 2009 (19:07 UTC+07)
Saya telah membaca topik yang anda tulis dan saya ingin mencoba memberikan pengertian dan penadapat saya. Terlepas dari Obama itu Aliran New Age atau bukan ,ataupun seorang Kristen Ortodoks sekalipun,semua itu tergantung buah yang dihasilkannya....Kalau kita melihat bila orang yang dikagumi Obama adalah Mahatma Ghandi,yang katanya adalah orang spritual tulen,Tapi coba lihat apa yang beliau hasilkan dari pemahaman dan pemikiran beliau?...Damaikah atau perang?
Sedangkan pemikiran kita tentang agama,dimanakah ada kedamaian itu,Palestina...Israel....Amerika..Inggris...Irlandia...
Masikah ada damai itu....
Makanya menurut hemat saya,jangan melihat keluar ,tapi marilah kita memperbaiki citra kita sebagai pengikut Kristus,Sehingga oleh perbuatan kita orang tertarik untuk mengikuti Jesus, sebagaimana orang yang mengikuti New Age,,,,karena mereka merasa seperti ada kebenaran yang mengundang banyak orang untuk tertarik ikut dengannya.
Jadi kita jangan mengambil suatu kesimpulan berdasarkan akal budi kita yang menyesatkan...
Thanks ya buat semua yang udah membaca ini semua...maaf lho kalau ada yg tidak puas...
TTD.
Anton.
dadang, jakarta | 08 Jan 2009 (16:33 UTC+07)
Yang bikin neraka Tuhan Yesus apa Tuahan Allah sich?
Aprianus, Yaman | 27 Des 2008 (02:10 UTC+07)
Kalau Obama tidak percaya tentang adanya neraka, berarti ia secara langsung menolak alkitab yang adalah Firman Allah dan pemahaman semacam ini sangat berbahaya sekali negara yang ia pimpin, dan akan timbul pertanyaan "kemanakah ia akan mengarahkan negara yang ia pimpin? so pasti moral bangsa ini akan bertambah bobrok.