| Berita lainnya |
"Orangtua harus membantu anak-anak mereka memahami dan menghargai perbedaan yang mereka alami di lingkungan sekitar," kata psikolog Sarlito Wirawan Sarwono.
Karena, sistem pendidikan saat ini tidak memberikan pemahaman yang cukup tentang nilai-nilai moral dan tidak memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan potensi mereka, kata Sarlito.
Hal tersebut dia sampaikan kepada 275 orang tua Katolik pada sebuah diskusi di Jakarta Timur, 19 Juni, yang diselenggarakan oleh Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) cabang Jakarta Timur. Fokus acara tersebut adalah peran ibu dalam memilih pendidikan bermutu bagi anak-anaknya.
Seorang psikolog lain, Niniek L. Karim, menekankan pentingnya afirmasi atau pengakuan dalam perkembangan seorang anak.
"Baik orangtua maupun pendidik harus mengenal kekuatan seorang anak daripada hanya fokus pada kekurangan dan kesalahannya saja," kata Niniek.
Dialog untuk mendengarkan masukan dari ahli psikologi tersebut bertujuan untuk membantu para orangtua agar memberi perhatian pada perkembangan sosial maupun emosional anak," kata pastor Alexius Andang Listya Binawan SJ.
Pastor di Keuskupan Agung Jakarta ini menekankan peran orangtua dalam menumbuhkan rasa percaya diri pada anak-anak mereka.
Turut hadir dalam dialog tersebut adalah Ida Wulan, wakil deputi bidang kesehatan perempuan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Acara tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati hari jadi ke-86 Wanita Katolik Republik Indonesia. [ ]
© Cath News
Masuk: 26 Jun 2010 (15:24 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi