| Berita lainnya |
Hasilnya tentu mengejutkan bagi sebagian kalangan, sebab dalam sebuah grafik yang dipajang di dinding universitas tersebut ditampilkan bagaimana teks suci yang kini dibaca oleh orang-orang ternyata tidaklah sama dengan teks suci yang dulu dibaca oleh orang-orang Israel.
Sebuah versi kuno salah satu kitab memiliki tambahan frase, sedangkan versi lain tampak telah direvisi dengan memasukkan "nubuatan surut" setelah peristiwa terjadi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa Alkitab Ibrani sangatlah manusiawi, bahkan jauh lebih manusiawi ketimbang yang selama ini dibayangkan.
Penelitian ini melibatkan ratusan pakar Alkitab Ibrani dan merupakan usaha yang sangat teliti. Dalam lima dekade, mereka telah mengerjakan tiga dari 24 kitab dalam Alkitab Ibrani (Orang Kristen menghitung 39 kitab mengikuti Septuaginta). Kitab keempat akan diselesaikan selama tahun akademik mendatang.
Jika mereka terus bekerja dengan kecepatan yang sama dengan yang mereka kerjakan dalam lima dekade tersebut, maka diperkirakan proyek ini baru akan selesai 200 tahun lagi.
Para ahli yang terlibat dalam proyek ini telah melakukan penelitian serius terhadap naskah-naskah kuno seperti Naskah Laut Mati (DSS), terjemahan Yunani pada papirus dari Mesir, Alkitab edisi cetak 1525 dari Venice, tulisan tangan Bahasa Ibrani pada perkamen, Taurat Samaritan, dan naskah-naskah kuno lainnya berbahasa Aram dan Latin.
Anggota tim terakhir yang terlibat sejak awal dalam proyek ini telah meninggal tahun lalu pada usia 90 tahun. Kini, proyek itu diteruskan oleh para ahli dari angkatan berikutnya.
Para ahli tersebut mencatat adanya perbedaan-perbedaan pada naskah-naskah kuno dengan teks Perjanjian Lama yang ada sekarang. Perbedaan-perbedaan tersebut disebabkan karena kesalahan penyalinan, sidik jari dan tulisan-tulisan tangan yang kemudian menjadi bagian dari Alkitab, dan tambahan-tambahan lain yang masuk, baik secara lisan maupun tulisan.
Contoh yang ditampilkan oleh para ahli misalnya adanya ayat yang tertulis: "mereka yang mengucapkan sumpah palsu." Ternyata dalam naskah kuno dari abad ke-5 M, kalimat tersebut lebih panjang, tetrulis: "mereka yang mengucapkan sumpah palsu dalam nama-KU."
Ayat lain menyatakan bahwa TUHAN memberikan perintah "kepadamu," ternyata dalam naskah kuno lain ditulis "kepada kami/kita."
Temuan yang lebih mengejutkan bahwa kitab Yeremia yang digunakan sekarang ternyata lebih panjang sepertujuh kali dibanding kitab Yeremia yang berumur 2000 tahun dari Naskah Laut Mati. Beberapa ayat, termasuk ayat-ayat yang menubuatkan tentang penaklukan dan kembalinya Bait Suci dari tentara Babel baru ditambahkan kemudian, yaitu setelah peristiwa itu terjadi.
Proyek ini dimulai pada tahun 1958, bersamaan dengan tibanya naskah Aleppo atau Codex Aleppo di Yerusalem, setelah diselundupkan keluar dari Aleppo, Suriah, oleh pedagang keju Yahudi dengan cara menyembunyikannya dalam mesin cuci.
Codex Aleppo merupakan naskah Ibrani yang paling tua dan paling akurat. Naskah ini berusia 1.100 tahun. []
Masuk: 16 Ags 2011 (03:36 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi