| Berita lainnya |
Menurut mereka, Yesus dibaptis di tepi timur Sungai Yordan dan tempat itu telah dihormati oleh gereja mula-mula hingga sekarang. Ada kesaksian-kesaksian dari para peziarah abad kedua bahwa Yesus dibaptis bukan di daerah yang kini diklaim Israel.
Pada hari Senin (1/8), para delegasi Gereja-gereja Ortodoks Timur juga telah mengadakan pertemuan di lokasi tempat Yesus dibaptis, yaitu sekitar 25 mil sebelah barat kota Amman. Dalam pertemuan yang diselenggarakan atas undangan Patriarkh Theophilos III dari Yerusalem tersebut, mereka sepakat bahwa tempat yang diklaim oleh Israel bukanlah tempat yang sebenarnya.
Presiden Jordan Interfaith Coexistence Research Center, Rev. Nabil Haddad, mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, semua pemimpin gereja menyatakan menolak tempat yang diklaim oleh Israel sebagai tempat Yesus dibaptis.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Yordania, Mazen Saket, mengemukakan pada awal minggu ini bahwa lokasi baptisan Yesus yang sesungguhnya terletak di Yordania, sebagaimana diklaim oleh sejumlah pemimpin gereja dan sejarahwan.
Saket mengatakan bahwa lokasi itu sudah ditahbiskan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2000 dan selanjutnya diberkati oleh Paus Benediktus XVI dalam ziarah Tanah Sucinya pada tahun 2009.
"Kami di Yordania terkejut melihat Israel mentahbiskan situs baru di tepi barat Sungai Yordan dan menamakan gereja di sana Baptism Church, bertentangan dengan fakta agama dan sejarah," kata Saket.
Pernyataan para pemimpin gereja dan Menteri Dalam Negeri Yordania ini menyusul tindakan Israel membuka situs bersejarah yang diklaim sebagai lokasi tempat Yesus dibaptis. []
Masuk: 05 Ags 2011 (22:45 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi