| Berita lainnya |
Konferensi ini luput dari perhatian media Barat, tapi Joel Richardson, penulis buku The Islamic Antichrist, berhasil melakukan wawancara dengan para peserta konferensi ini.
Konferensi semacam ini sebetulnya bukan hal baru bagi negara Iran, tetapi sudah dilakukan sejak lima tahun silam, dengan fokus membahas visi apokaliptik Muslim.
"Selama lima tahun terakhir, para pemimpin agama dan politik Iran telah menggelar sejumlah pertemuan tahunan yang biasanya berlangsung selama dua hari di kota Qom. Pertemuan yang bernama 'Konferensi Internasional tentang Doktrin Mahdisme' itu disponsori oleh Bright Future Institute," kata Richardson.
Tujuan dari penyelenggaraan konferensi ini adalah untuk memperkenalkan Imam Mahdi kepada dunia dan mempersiapkan jalan bagi kedatangannya, sebagaimana dikemukakan oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad dalam konferensi tahun lalu. Menurut Ahmadinejad, konferensi ini akan membawa semua orang pada pengenalan akan juruselamat manusia yang sejati, yaitu Imam al-Mahdi.
Menurut Ayatullah Ibrahim al Amini, profesor di Pusat Pendidikan Agama di Qom, Mahdi akan menawarkan agama Islam kepada orang-orang Yahudi dan Kristen. Jika mereka menerima, maka mereka akan dibiarkan, tapi jika mereka menolak, maka mereka akan dibunuh.
Berangkat dari pemahaman itu, maka Richardson berkesimpulan bahwa Imam al-Mahdi, yang dinubuatkan dalam al-Qur'an adalah sama dengan sosok Antikristus yang dinubuatkan dalam Alkitab.
Richardson menambahkan bahwa kerajaan yang dinubuatkan dalam kitab Daniel tidak lain adalah kerajaan Islam yang kini tengah mengalami perkembangan drastis. [WND]
Masuk: 12 Ags 2009 (15:57 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi