| Berita lainnya |
Dalam sebuah buku berdasarkan hasil wawancara, Paus berusia 83 tahun itu menantang tradisi berabad-abad Gereja Katolik dengan mengatakan, ia tidak akan ragu untuk melepaskan jabatannya jika merasa tidak lagi sanggup secara fisik, mental, dan spiritual untuk mengemban tugas. Jabatan paus secara tradisional dipandang sebagai jabatan seumur hidup. Paus diharapkan tetap memegang kemudi gereja sampai wafat. Paus terakhir yang mengundurkan diri secara sukarela adalah Celestine V pada tahun 1294.
Paus Benediktus secara keseluruhan dianggap berada dalam kondisi kesehatan yang baik, tetapi pergelangan tangannya patah tahun lalu setelah tergelincir dan jatuh saat liburan di Pegunungan Alpen, Italia. Namun, ia mengaku, dirinya sering dibebani tugas-tugas kepausan dan berkunjungan ke luar negeri. "Tentu saja, saya kadang-kadang prihatin dan bertanya-tanya apakah saya bisa menjalankan (tugas) bahkan murni dari sudut pandang fisik," katanya dalam buku itu, yang sejauh ini telah menyedot banyak perhatian terkait pernyataannya tentang penggunaan kondom yang diperbolehkan dalam keadaan tertentu.
Awal tahun ini terungkap bahwa pendahulunya, Yohanes Paulus II, pada 1989 menandatangani sebuah dokumen yang menyatakan akan mengundurkan diri jika ia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan. Namun, tidak seperti Benediktus, ia memerintahkan bahwa kemungkinan itu tetap menjadi sebuah rahasia selama hidupnya. Pada akhirnya, ia tetap menjabat sampai kematiannya pada tahun 2005, mengatakan itu demi kebaikan gereja Katolik. []
© Reformata
Masuk: 23 Nov 2010 (14:32 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi