| Berita lainnya |
Paus dan ketiga pejabat Vatikan dianggap bersalah karena bersekongkol dan menutupi kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh para imam Katolik.
Tuntutan setebal 80 halaman tersebut diajukan oleh dua kelompok pengacara Amerika, Center for Constitutional Rights dan Survivors Network of those Abused by Priests.
"Para pejabat tinggi Gereja Katolik yang gagal mencegah dan menghukum tindak kriminal ini telah menikmati kekebalan mutlak hingga hari ini," demikian pernyataan dalam tuntutan tersebut.
Juru bicara dari kejaksaan, Florence Olara, mengatakan bahwa pihaknya akan memeriksa tuntutan tersebut dan menganalisa apakah dugaan kejahatan ini berada di bawah yuridiksi pengadilan.
Sementara itu, sejumlah pengacara yang kerap berurusan dengan ICC mengatakan bahwa tuntutan itu tidak akan memenuhi ketentuan ICC, tetapi setidaknya tuntutan tersebut akan membuka kembali perhatian internasional terhadap kasus pelecehan seksual tersebut.
Pihak Vatikan sendiri memilih untuk tidak berkomentar terkait tuntutan tersebut. Sejumlah pejabat Vatikan beberapa kali menegaskan bahwa keputusan mengenai para imam yang terlibat dalam kasus-kasus pelecehan seksual berada di tangan para uskup, bukan Vatikan.
Namun, para penuntut mengatakan bahwa tuntutan itu dibuat karena mereka tidak puas dengan penyelesaian sejumlah kasus pelecehan. Menurut mereka, sejumlah imam yang terlibat, hanya dipindahkan ke negara lain dan masih melayani anak-anak dengan sepengetahuan atasan gereja.
Tindakan gereja yang memindahkan para imam tersebut menyebabkan yurisdiksi nasional tidak dapat berbuat apa-apa. Karena itu, menurut para penuntut, diperlukan pengadilan yang lebih tinggi untuk menangani kasus tersebut. []
© NYT
Masuk: 14 Sep 2011 (03:19 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi