| Berita lainnya |
"Untuk mewartakan Injil di dunia modern, kita membutuhkan para pewarta Injil yang dijiwai oleh semangat kerasulan yang dimiliki Paulus," kata Paus dalam sebuah surat yang menandai penutupan Simposium Antar-Kristen ke-12.
Simposium tersebut dilaksanakan selama empat hari di kota Tesalonika, Yunani. Sejumlah sarjana Katolik dan Ortodoks berkumpul untuk membahas topik "Kesaksian Gereja di Dunia Modern."
Menurut Paus, tema simposium kali ini sangatlah tepat dan menjadi pusat dari "keprihatinan dan doa"-nya bagi suatu bentuk "penginjilan baru" terhadap negara-negara Kristen tradisional yang mengalami kemerosotan nilai-nilai Kristianinya.
Paus mengatakan bahwa meskipun gereja tidak pernah berhenti untuk "mewartakan misteri keselamatan melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus," tetapi wilayah-wilayah yang membutuhkan re-evangelisasi tersebut "saat ini tengah mengalami dampak dari sekularisasi yang dapat mengurani aspek yang paling hakiki dari manusia."
"Masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah tersebut tampaknya memberikan respon yang bertentangan dengan Injil Kristen," kata Paus. Di satu sisi, "Ada ketidaktertarikan yang luas, bahkan kekurangpekaan" terhadap hal-hal yang bersifat transenden, dan di sisi lain tampaknya ada "kerinduan yang mendalam kepada TUHAN" yang "tetap tinggal di dalam hati banyak orang, menyatakan diri-NYA dalam berbagai cara."
Paus mengajak Gereja Katolik dan Ortodoks untuk menciptakan "iklim kasih persaudaraan" dan melihat bahwa "hubungan yang saling menguntungkan dari tradisi kita serta persahabatan sejati yang sudah ada merupakan suatu bentuk kontribusi bagi persatuan Kristen."
Paus juga mengatakan bahwa lingkungan budaya, sosial dan ekonomi sekarang memberikan tantangan yang sama bagi kedua gereja. Karena itu, daripada terpisah, lebih baik kedua gereja menemukan titik temu.
Simposium Antar-Kristen diselenggarakan oleh Fransiscan Institute of Spirituality di Rome's Pontificial Antonianum University dan Fakultas Teologi Ortodoks di Aristotle University of Thessaloniki. Simposium ini diharapkan mampu memulihkan keretakan antara kedua gereja yang telah berlangsung sejak abad ke-11. []
© CT
Masuk: 06 Sep 2011 (03:54 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi