| Berita lainnya |
Wakil Ketua SETARA Institute, Bonar Tigor Naipospos, mengatakan Setara mengutuk sikap pemerintah jika membenarkan atau mendukung terealisasinya ancaman yang diungkapkan Ormas radikal Forkami Bogor, Jawa Barat.
"Seharusnya memang tanggung jawab pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat. Termasuk aparat, kepolisian dan sebagainay. Kemudian, jika itu memang terjadi pembubaran paksa, Saya pikir nanti teman-teman akan melakukan gugatan dan tuntutan hukum kepada negara," tegas Bonar.
Sebelumnya, ormas radikal, Forkami Bogor, Jawa Barat mendesak aparat keamanan membubarkan kebaktian yang akan dilakukan oleh jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin pada perayaan Natal.
Rencananya jemaat GKI Yasmin akan menggelar ibadah di sekitar halaman gereja.
Ketua Forkami Bogor, Achmad Iman, mengatakan, apabila aparat keamanan tidak mengindahkan permintaannya, maka Forkami beserta masyarakat sekitar GKI Yasmin akan membubarkan secara paksa.
"Aparat kepolisian akan blokir jalan (menuju ke gereja). Dan memang mereka (jemaat GKI Yasmin -red) tidak mendapat izin. Itu kan bukan gereja, itu bedeng. Orang gila yang mau kebaktian di situ. (Jadi dari Forkami tetap akan memantau?) ya Forkami bersama masyarakat di sana. Ya pasti akan dipantau, kami kan tinggal di sana. Melihat orang gila menggelar kebaktian di trotoar yang tidak ada payung hukumnya. Bikin macet. Apalagi sampai diblokir polisi. Ya kita lihat kalau aparat tidak bertindak kita akan turun," tegas Achmad. []
Masuk: 24 Des 2011 (15:37 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi