| Berita lainnya |
Liu Guan salam satu dari lima orang pemimpin gereja bawah tanah di China menyatakan kepada sebuah surat kabar yang berbasis di Hong Kong bahwa begitu tiba di bandara, ketika pihak imigrasi membaca keterangan pada passport mereka akan mengunjungi konfrensi penginjilan, maka mereka segera ditahan beserta barang-barang bawaan mereka.
Setelah diinterogasi selama 3 jam, Liu dan rekan-rekannya diperbolehkan pulang ke rumah, namun paspor mereka tetap ditahan hingga 25 Oktober 2010 nanti, yaitu hari terakhir konfrensi penginjilan tersebut.
Saat ini ada informasi yang mengatakan bahwa ada seorang pemimpin gereja dari daerah Mongolia ditahan selama lima belas hari, mulai 9 Oktober lalu agar tidak dapat mengikuti konfrensi penginjilan itu. Pemerintah China sepertinya menyadari betapa kuatnya pergerakan kekristenan di negeri tersebut sehingga mencoba menggunakan segala cara untuk menghentikan laju penginjilan di negerinya. []
© Jawaban
Masuk: 16 Okt 2010 (19:19 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi