| Berita lainnya |
Hal ini menyusul pertemuan antara Najib dan Paus Benediktus XVI di Vatikan, Roma. Menurut direktur sebuah LSM lintas agama di Malaysia, Fui Soong, pertemuan dengan Paus hanya bermakna pencitraan dan tidak akan bermanfaat jika Najib tidak memiliki komitmen untuk melindungi kebebasan beribadah dan beragama di negeri jiran.
Soong mengatakan, hingga kini pemerintah Malaysia masih membatasi impor kitab suci umat kristiani berbahasa Melayu. Selain itu, umat kristiani juga masih menunggu keputusan tetap Pengadilan Banding Malaysia terkait penggunaan kata Allah di gereja.
Sebelumnya, Najib menyatakan akan menjalin hubungan diplomatik dengan Vatikan. Hal ini untuk menunjukkan wajah Malaysia yang moderat dan bertoleransi dengan umat kristiani, yang mencapai 10 persen populasi penduduk di negeri mayoritas muslim tersebut. Selama ini, isu agama merupakan isu yang sensitif di negeri jiran.
Malaysia adalah satu dari 16 negara yang selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan gereja Katolik Roma di Vatikan. []
© KBR68H
Masuk: 19 Jul 2011 (17:26 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi