| ||
| Berita lainnya | ||
Williams, pemimpin spiritual jemaat Anglikan sedunia, memberikan khotbah kepada ratusan jemaat yang hadir di Sungai Yordan, setelah meletakkan dasar bagi pembangunan sebuah gereja Anglikan di sebuah situs bersejarah yang diyakini sebagai tempat Yesus dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis.
Williams mengatakan bahwa ia "sangat kuatir" dengan berkurangnya jumlah orang Kristen di Timur Tengah, dan menekankan bahwa itu merupakan tugas gereja untuk membantu orang-orang Kristen yang menghadapi kesulitan akibat konflik regional.
Williams juga akan melakukan kunjungan ke Gaza dan Tepi Barat setelah melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk pertemuan dengan Kepala Kerabian Israel sebagai bagian dari dialog antaragama.
Jumlah penduduk Kristen di wilayah Yordan hanya lima persen dari total 6 juta jiwa penduduk Yordan. Sementara, di wilayah-wilayah Timur Tengah lainnya, jumlah orang Kristen sangatlah sedikit.
Banyak jemaat Anglikan Yordania menyambut gembira kunjungan Williams ke negara itu. Kunjungan kali ini, merupakan kunjungan keduanya.
Ghzai Musharbash, seorang pemerhati anak yatim di Amman, memuji pendirian Uskup Agung dalam konflik Arab-Israel. Pandangan Williams telah ikut mendorong penghormatan terhadap orang-orang Kristen di Yordania.
Musharbash mengatakan bahwa Uskup Agung telah mendorong penyelesaian damai yang adil. Ia menunjukkan dukungan bagi Palestina, sambil tetap menjaga hubungan baik dengan Israel.
"Kepada orang Israel ia berkata bahwa jika Anda ingin hidup damai, maka tetangga Anda harus hidup dalam damai," kata Musharbash. Menurut Musharbash, penyelesaian konflik Arab-Israel sangat penting bagi orang-orang Kristen di Timur Tengah.
"Kami tidak ingin sesama umat Kristen yang datang dari Barat hanya datang untuk melihat batu-batu dan museum," tambah Musharbash. [chr]
⇒ 21 Feb 2010 (14:30 UTC+07) | edit terakhir: 21 Feb 2010 (14:36 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi