| Berita lainnya |
Penahanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menutup gereja rumah mereka, serta menyita gedung tempat mereka beribadah.
Otoritas Cina saat ini sedang menjadikan orang-orang Kristen di Taochuan sebagai sasaran penahanan. Hal ini dipicu oleh tindakan gereja dalam melakukan pembelaan terhadap kaum tani di desa itu.
Ketiga orang pemimpin gereja rumah yang ditangkap adalah Suster Liu, Suster Xu dan Bruder Huang Sumin.
Pada tahun 2008, pemerintah, pebisnis dan beberapa kader desa telah merampas tanah para petani untuk dijadikan lahan bagi pembangunan real estate. Akibatnya, banyak petani kehilangan ladang pertanian mereka.
Warga desa Taochuan telah memilih 11 orang perwakilan untuk memperjuangkan hak mereka. Beberapa di antara perwakilan tersebut adalah orang-orang Kristen, yang dengan tegas menyuarakan keadilan bagi para petani Taochuan.
Untuk membungkam para perwakilan Kristen itu, pihak otoritas Cina pun melakukan tindakan penutupan aktivitas ibadah mereka dengan cara menyita gedung yang selama ini dijadikan tempat beribadah.
Gedung tersebut sudah dimiliki oleh gereja sejak Desember 2008. Ada sekitar 100 orang jemaat telah berpartisipasi dalam pembelian gedung itu.
Namun, sejak 2 Juni hingga 4 Juni 2009, Huang Sumin dan beberapa warga Kristen Taochuan telah dipanggil ke kota oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan dan sekaligus diberi peringatan.
Pada 5 Juni, polisi mengirimkan surat ke gereja dan menyatakan bahwa aktivitas di gereja tersebut sudah dilarang.
Untuk menghindari konflik dengan polisi, maka ibadah yang lazimnya diadakan setiap jam 7 pagi, dimajukan menjadi jam 6 pagi, dan diadakan di depan gerbang gereja.
Saat ini, ChinaAid, sebuah lembaga pelayanan Kristen yang memfokuskan pelayanan mereka ke Cina, tengah melakukan upaya untuk membantu ketiga pemimpin gereja Taochuan yang ditahan. Bantuan diberikan dalam bentuk penggalangan dukungan secara luas untuk kebebasan ketiga pemimpin tersebut. [CNW]
Masuk: 21 Jun 2009 (16:49 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi