| Berita lainnya |
“Kami menyarankan para uskup memisahkan Gereja-gereja tak resmi dari Gereja-gereja yang diakui. Sebuah komite antar Gereja harus dibentuk untuk melawan tantangan yang mereka hadapi dan memperjuangkan hak-hak masyarakat,” kata Pastor Francis Nadeem, pelindung Dewan Nasional untuk Dialog Antaragama (NCID).
Dia berbicara dalam pertemuan doa ekumenis yang dihadiri oleh 10 imam dan 10 pendeta, yang diadakan di “Aula Perdamaian” Gereja Katolik St. Yosef Gereja di Lahore, Senin (23/1).
Uskup Sebastian Shah dari Lahore dan Uskup Gereja Pakistan Rumalshah Mano, mantan uskup Peshawar memimpin acara tersebut.
“Gereja-gereja berbentuk LSM menyakiti citra kita sebagai orang Kristen. Para pendeta dan uskup sendiri memiliki keprihatinan serius,” kata Pastor James Channan, koordinator regional untuk United Religious Initiative.
Baik pembicara Katolik dan Protestan juga menyoroti ancaman persatuan dalam komunitas Kristen lokal dan mendesak perlunya pertemuan bersama antara Gereja-gereja yang diakui untuk menangani masalah yang timbul dari ancaman yang ditimbulkan oleh terorisme, kekerasan dan depresi.
Sambil berjuang melawan diskriminasi dan ekstremisme selama beberapa dekade, Gereja Katolik di Pakistan telah lama khawatir dengan Gereja-gereja tidak resmi yang sebagian besar berbasis di daerah kumuh dan desa-desa Kristen.
Para pemimpin mereka sering dituduh “membujuk” anggota Gereja dengan menawarkan uang, tanah dan bahkan gelar doktor kehormatan.
“Tanpa sebuah paroki atau bahkan gedung gereja [dalam beberapa kasus], orang-orang ddari Gereja tersebut menarik orang miskin. Bentuk yang tidak fokus pada khotbah biasanya menghasilkan kebingungan, skandal dan kontroversi,” tambah Pastor Channan. []
© Cath News
Masuk: 25 Jan 2012 (23:49 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi