| Berita lainnya |
Presiden LWF, Bishop Dr. Munib A. Younan mengatakan bahwa perayaan 500 tahun Reformasi Protestan pada 2017 nanti tidak hanya sekedar menjadi perayaan kekuatan pembebasan Injil tetapi sekaligus sebagai bentuk refleksi atas perkembangan prinsip oikoumene.
Bishop Younan mengatakan bahwa perayaan ini akan menjadi semacam "test case" bagi hubungan-hubungan oikoumene.
"Kita dipanggil, baik Lutheran maupun Katolik, kepada panggilan bersama kita untuk menjadi saksi bagi dunia demi kerajaan Kristus," demikian disampaikan oleh Bishop Younan.
Dalam beberapa dekade, para pemimpin LWF dan Gereja Katolik Roma telah terlibat dalam serangkaian dialog. Beberapa isu utama yang dibahas oleh dua lembaga ini adalah masalah ekaristi, keesaan gereja dan pembenaran.
Hubungan oikoumene keduanya mencapai titik bersejarah ketika keduanya menandatangani Deklarasi Bersama tentang Doktrin Pembenaran pada 1999. Doktrin pembenaran telah membagi Katolik dan Protestan selama ratusan tahun, sejak gerakan Reformasi Luther berjalan.
Bishop Younan mengungkapkan kegembiraannya atas tingkat pemahaman dan kesepakatan teologis terbaru antara Lutheran dan Katolik. Menurut Bishop Younan, "iklim hubungan" antara kedua gereja besar tersebut "kain menghangat."
Bishop Younan juga menegaskan kembali dukungan dan komitmen Paus terkait hubungan oikoumene antara kedua gereja. Di samping itu, Bishop Younan juga menyatakan dukungan Katolik Roma dan Lutheran terhadap solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina. []
© CT
Masuk: 19 Des 2010 (01:30 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi