| Berita lainnya |
Ahmad Hariri, sekretaris jenderal Gerakan Masa Depan Lebanon, mendesak agar umat Islam di Lebanon "memelihara keberadaan orang-orang Kristen" di kawasan itu. Hariri mengatakan bahwa hal itu merupakan tanggung jawab orang-orang Arab dan Islam.
Menurut laporan The Jerusalem Post, Hariri sangat khawatir mengenai dampak emigrasi warga Kristen dari sejumlah negara di Timur Tengah.
Warga Kristen yang seharusnya menjadi mayoritas di Lebanon, baru-baru ini menunjukkan adanya penurunan akibat emigrasi dan meningkatnya warga Muslim.
Greg Mussleman, dari kelompok advokasi Kristen, Voice of the Martyrs, menyebut ini sebagai kabar baik bagi orang-orang Kristen di Timur Tengah. Menurutnya, di Lebanon memang unik, sebab di negara itu terdapat orang-orang Kristen di pemerintahan.
"Apakah hal itu bisa menyebar ke negara-negara lain seperti Irak dan Afghanistan? Tidak akan pernah bisa!" kata Mussleman.
Kristen, Syi'ah dan Sunni merupakan agama mayoritas di Lebanon. Jumlah masing-masing diperkirakan sepertiga dari total empat juta penduduk Lebanon.
Minggu lalu, Presiden Federasi Lutheran Dunia terpilih, Bishop Munib A. Younan juga menyuarakan keprihatinannya atas besarnya jumlah orang Kristen di Palestina yang melakukan emigrasi.
Menurut Bishop Younan, warga Kristen berjumlah sekitar dua persen di Palestina, tetapi banyak di antara mereka yang memilih untuk meninggalkan wilayah karena konflik politik, pengangguran serta ekstrimisme politik dan agama. []
© Christian Today
Masuk: 29 Jul 2010 (22:28 UTC+07)










Komentar Pembaca
Rekomendasi