| ||
| Berita lainnya | ||
Selain sebagai penasihat Obama, Knox juga merupakan direktur program keagamaan di Human Rights Campaign (HRC), sebuah kelompok aktivis homoseksual.
Dalam pernyataannya, Knox menyebut Paus telah menyakiti banyak orang karena tidak mendukung penggunaan kondom dalam mengontrol penyebaran HIV.
Meskipun pernyataan Paus mendapat dukungan dari sejumlah ahli, di antaranya Edward Green, peneliti pencegahan AIDS di Harvard University, namun, bagi Knox, ahli-ahli yang mendukung penggunaan kondom justru lebih banyak.
Pernyataan Paus mengenai tidak efektifnya kondom dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS dikemukakannya ketika ia berkunjung ke Afrika pada 17 Maret 2009. Pada waktu itu, Paus menegaskan bahwa gereja turut bekerja dalam upaya pencegahan dan pemberantasan HIV/AIDS. Namun, upaya itu sangatlah tidak efektif apabila dengan jalan membagi-bagikan kondom. Kondom justru mendorong meningkatnya penyebaran HIV/AIDS.
Pernyataan Paus tersebut ditanggapi oleh HRC. Dalam tanggapan HRC, mereka menyebutkan bahwa salah satu pendukung mereka adalah Harry Knox. Harry Knox, sebagaimana dikutip dalam pernyataan HRC mengatakan, "Pernyataan Paus bahwa kondom tidak membantu dalam mengontrol penyebaran HIV, tetapi justru kondom meningkatkan pertumbuhan infeksi, adalah pernyataan yang telah menyakiti orang-orang dalam nama Yesus."
Sementara itu, peneliti senior Harvard University, Edward Green, mendorong Gereja Katolik untuk tetap komitmen pada tindakan mereka dalam mengontrol penyebaran HIV/AIDS melalui pendekatan Alkitab dan moral. Green mengatakan bahwa ia tidak menemukan adanya keterkaitan antara penggunaan kondom dengan turunnya angka penyebaran HIV/AIDS di Afrika. [cns]
⇒ 04 Feb 2010 (13:55 UTC+07)










Komentar Pembaca
Diskusi